KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM — Rendahnya pemahaman masyarakat terkait radiasi yang kerap diwarnai berbagai miskonsepsi, mendorong Universitas Muhammadiyah Karanganyar (UMUKA) menggelar edukasi yang lebih komunikatif dan mudah dipahami.
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), tim kolaboratif dari Program Studi Ilmu Komunikasi dan Program Studi Teknologi Radiologi Pencitraan UMUKA menggelar edukasi keselamatan radiasi berbasis multimedia interaktif di ruang perpustakaan SMK Muhammadiyah 2 Karanganyar, Rabu (11/3/2026).
Tim Pengabdian kepada Masyarakat UMUKA yang beranggotakan Dezy Zahrotul Istiqomah Nurdin dan Khusna Syarafina Khanifati tersebut diketuai oleh Mahesa Malulana.
Ketua Tim Pengabdian, Mahesa Maulana menjelaskan, kegiatan yang didanai Majelis Diktilitbang melalui skema RisetMu tersebut bertujuan meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, khususnya terkait radiasi dan penggunaannya dalam dunia medis.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mulai dari pengertian radiasi, manfaat pemeriksaan radiologi, perbedaan radiasi pengion dan nonpengion, simbol keselamatan radiasi, hingga prinsip proteksi radiasi. Materi disampaikan melalui video edukasi, presentasi interaktif, serta diskusi agar lebih mudah dipahami.
Ketua tim pengabdian, Mahesa Maulana, menjelaskan selama ini masyarakat kerap menerima informasi tentang radiasi secara sepotong-sepotong, sehingga menimbulkan persepsi bahwa radiasi selalu berbahaya.
“Padahal dalam dunia medis, pemeriksaan radiologi dilakukan berdasarkan kebutuhan klinis dengan prinsip keselamatan yang ketat dan manfaatnya jauh lebih besar bagi pasien,” ujarnya.
Ia menambahkan, penggunaan multimedia interaktif menjadi strategi efektif karena mampu memadukan unsur visual, audio, dan penjelasan langsung sehingga peserta lebih mudah memahami materi yang bersifat teknis.
Tak hanya penyampaian materi, kegiatan itu juga dilengkapi evaluasi untuk mengukur efektivitas pembelajaran. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang cukup signifikan.
Nilai rata-rata peserta tercatat naik dari 8,65 pada pretest menjadi 12,50 pada posttest, atau meningkat sekitar 44,51 persen. Analisis juga menunjukkan peningkatan tersebut signifikan secara statistik.
“Ini menunjukkan bahwa pendekatan edukasi yang komunikatif dan partisipatif mampu membantu masyarakat memahami materi kesehatan yang selama ini dianggap rumit,” imbuhnya.
Melalui pendekatan tersebut, peserta tidak hanya menerima informasi, tetapi juga diajak memahami mitos dan fakta tentang radiasi, mengenali simbol keselamatan, serta membangun sikap yang lebih tepat terhadap pemeriksaan radiologi.
Tim Pengabdian kepada Masyarakat UMUKA tengah berpose bersama dengan para siswa SMK Muhammadiyah Karanganyar usai acara | Istimewa
Pihak sekolah pun menyambut positif kegiatan tersebut. Salah satu guru SMK Muhammadiyah 2 Karanganyar, Baroroh Mustaqimah K., mengapresiasi metode yang digunakan tim UMUKA.
Menurutnya, pendekatan multimedia interaktif membuat materi lebih menarik dan mudah dipahami, sekaligus membantu mengurangi anggapan bahwa radiasi selalu identik dengan hal yang menakutkan.
Antusiasme juga terlihat dari para peserta yang mengaku mendapatkan wawasan baru tentang radiasi, manfaatnya dalam dunia kesehatan, serta pentingnya menyikapi informasi secara bijak.
Tim pengabdian menilai, model edukasi ini berpotensi direplikasi di berbagai komunitas sebagai bagian dari penguatan literasi kesehatan berbasis teknologi di tingkat lokal.
Melalui kegiatan tersebut, UMUKA menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program pengabdian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus memperluas edukasi keselamatan radiasi bagi khalayak yang lebih luas di masa mendatang. [*]
