WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Fenomena “gila voli” benar-benar terasa di Wonogiri. Dalam beberapa tahun terakhir, hampir seluruh desa di 25 kecamatan serempak menggelar turnamen bola voli, bahkan menjadikannya agenda rutin yang nyaris wajib setiap peringatan 17 Agustus. Skala kegiatan pun tidak lagi sederhana—mulai dari level antar-RT hingga se-kecamatan bahkan antar provinsi dengan menghadirkan pemain top, semua berlomba menghadirkan kompetisi paling meriah.
Yang membuat fenomena ini semakin panas adalah hadiah yang diperebutkan. Tidak tanggung-tanggung, panitia menyediakan hadiah seperti sapi, kambing, hingga kendaraan roda dua dan roda empat bekas berkualitas. Menariknya, banyak penonton justru lebih mengincar kendaraan bekas dibanding baru, karena tidak terbebani pajak awal yang besar seperti kendaraan baru. Praktis, hadiah bisa langsung dimanfaatkan tanpa tambahan biaya berat.
Di sisi lain, geliat ini bukan sekadar olahraga. Turnamen voli berubah menjadi magnet hiburan rakyat sekaligus penggerak ekonomi desa. Pedagang makanan, minuman, hingga pelaku UMKM lokal kebanjiran pembeli setiap malam pertandingan berlangsung. Bahkan, beberapa lokasi pertandingan mampu menarik ratusan hingga ribuan penonton, menciptakan suasana layaknya event besar.
Salah satu contoh nyata terlihat dalam Turnamen Bola Voli Putra Widyatama Cup I se-Distrik Purwantoro yang digelar di Lapangan Desa Bangsri, Kecamatan Purwantoro, Senin (30/3/2026) malam. Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 21.00 WIB ini dihadiri panitia, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta sekitar 700 warga yang antusias menyaksikan pertandingan.
Pengamanan kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolsek Purwantoro, Nugroho Setyo Hartono, dengan melibatkan tiga personel untuk memastikan jalannya turnamen tetap aman dan kondusif. Dalam laga penyisihan, tim Putra VOLKAS Bangsri harus mengakui keunggulan tim Putra SVC GANK Sumber dengan skor 0-3. Sementara pertandingan lainnya berlangsung ketat antara tim Putra Pucung Kismantoro melawan tim Putra Kusuma Purwantoro yang berakhir dengan skor 2-3.
Kasihumas Polres Wonogiri, Anom Prabowo, mewakili Kapolres Wahyu Sulistyo, menyampaikan bahwa kehadiran aparat menjadi bagian penting dalam menjamin keamanan kegiatan masyarakat. Ia menegaskan seluruh rangkaian turnamen berjalan aman dan lancar, sekaligus mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban dan menjunjung sportivitas.
Fenomena ini menunjukkan perubahan besar dalam wajah hiburan desa di Wonogiri. Jika dulu pentas seni atau hiburan dangdut menjadi pusat keramaian, kini voli mengambil alih sebagai magnet utama. Bahkan, beberapa turnamen menghadirkan pemain “tarkam” (antar kampung) dari luar daerah, yang semakin meningkatkan kualitas pertandingan sekaligus gengsi antar tim.
Dampak yang terlihat cukup jelas:
✓ 🟢 Perputaran ekonomi meningkat di sekitar lokasi pertandingan
✓ 🟡 Lapangan desa hidup setiap malam dengan penonton membludak
✓ 🔵 Solidaritas warga makin kuat melalui dukungan tim lokal
✓ 🔴 Munculnya bibit atlet voli potensial dari desa-desa
✓ 🟣 Hiburan rakyat lebih sehat dan kompetitif
Tak berlebihan jika Wonogiri kini disebut sebagai “kabupaten gila voli”. Turnamen bukan lagi sekadar lomba, tetapi sudah menjadi budaya baru yang menyatukan olahraga, hiburan, dan ekonomi dalam satu panggung besar di tingkat desa. Aris Arianto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.















