Site icon JOGLOSEMAR NEWS

2 Warga Wonogiri Jadi Korban Meninggal Tragedi KA Bekasi, Asli Kecamatan Baturetno dan Manyaran

Jenazah

Ilustrasi ambulan membawa jenazah. Istimewa

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Duka mendalam menyelimuti perantauan. Tragedi kecelakaan kereta api di Bekasi tak hanya menyisakan kepanikan, tapi juga merenggut nyawa, termasuk dua warga asal Wonogiri yang harus pulang dalam kondisi tak bernyawa.

Korban pertama adalah Ristuti Kustirahayu (37), seorang ibu dua anak yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan swasta di Bekasi. Ia diketahui merupakan warga asli Desa Bero, Kecamatan Manyaran, Wonogiri. Sosok pekerja keras yang selama ini berjuang di perantauan itu kini harus mengakhiri kisah hidupnya secara tragis.

Sementara korban berikutnya adalah Tutik Anitasari (31), warga Dusun Dawe RT 2 RW 6, Desa Watuagung, Kecamatan Baturetno, Wonogiri. Kabar kepergian Tutik langsung mengguncang keluarga dan warga sekitar yang tak menyangka ia menjadi salah satu korban dalam insiden memilukan tersebut.

Peristiwa nahas ini terjadi dalam kecelakaan yang melibatkan kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line lintas Cikarang. Insiden tersebut menewaskan total 15 orang dan melukai sejumlah penumpang lainnya. Ristuti dan Tutik termasuk di antara korban yang tidak selamat.

Jenazah kedua korban dipulangkan ke kampung halaman masing-masing. Ristuti dimakamkan di Dukuh Puncanganom, RT 2 RW 4, Desa Bero, Kecamatan Manyaran, setelah sebelumnya sempat berada di RS Bella Bekasi. Sementara itu, jenazah Tutik dibawa dari RS Polri Kramat Jati untuk dimakamkan di kampung halamannya di Dusun Dawe, Desa Watuagung, Baturetno, pada Rabu (29/4/2026).

Rumah duka almarhumah Tutik berada tidak jauh dari Jalan Raya Baturetno–Pacitan, dan sejak kabar duka menyebar, warga mulai berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir.

Camat Manyaran, Toto Tri Mulyarto, membenarkan kabar pemakaman salah satu korban di wilayahnya.

“Betul dimakamkan di sini,” kata Toto, saat dihubungi awak media, Selasa (28/4/2026).

Ia juga menjelaskan bahwa meskipun lahir di Manyaran, Ristuti sudah lama merantau ke Bekasi bersama keluarganya.

“Sudah bekerja, karyawan swasta. Anaknya 2 orang,” jelas Toto.

Di sisi lain, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Wonogiri, Herdian, menyampaikan bahwa secara administrasi kependudukan, Ristuti tercatat sebagai warga Kabupaten Bekasi.

Tragedi ini menyisakan luka mendalam, terutama bagi keluarga korban. Anak-anak yang ditinggalkan harus menerima kenyataan pahit kehilangan sosok ibu secara tiba-tiba. Sementara di kampung halaman, suasana duka menyelimuti warga yang kehilangan dua perempuan yang dikenal baik dan sederhana. Aris Arianto

Exit mobile version