Site icon JOGLOSEMAR NEWS

Dari 2 Ekor Jadi Ratusan! Cara Gila Peternak Milenial ini Bikin Sapi Raksasa—Peternak Soloraya Wajib Niru!

Peternakan

Peternakan sapi unggulan di Purworejo. Istimewa

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Dari yang awalnya cuma dua ekor sapi, kini berubah jadi ratusan dengan kualitas premium. Apa yang dilakukan peternak muda ini bukan sekadar cerita sukses biasa—ini blueprint nyata buat peternak di Soloraya yang ingin naik level dan menghasilkan sapi berkelas tinggi dengan harga jual yang bikin melongo.

Berkah Setia Farm di Purworejo digarap serius oleh Setyo Hermawan sejak 2016. Bukan peternakan biasa, tempat ini dijalankan dengan pendekatan modern yang jarang disentuh peternak tradisional. Hasilnya langsung kelihatan: sapi-sapi berukuran besar, sehat, dan masuk segmen pasar premium.

“Awalnya cuma dua ekor. Kami pakai metode pengelolaan modern, pakan komposisi sendiri,” ujar Setyo Hermawan dilansir dari laman resmi Pemprov Jateng, Senin (27/4/2026).

Strategi yang dipakai bukan asal jalan. Semua dirancang detail, dari kandang sampai pakan. Sistem kandang dibuat bersih dan modern, manajemen penggemukan dilakukan intensif, dan yang paling krusial—fokus pada kualitas genetik sapi. Ditambah lagi, pakan tidak asal beli, tapi diracik sendiri berbasis limbah pertanian lokal yang murah tapi bernutrisi tinggi.

Hasilnya? Pertumbuhan sapi jauh lebih cepat dan maksimal. Ukuran besar bukan kebetulan, tapi hasil dari manajemen yang presisi.

“Fokusnya untuk penggemukan dan kurban. Jenisnya sapi PO (Peranakan Ongole) atau sapi lokal,” jelasnya.

Yang bikin makin menarik, target pasar mereka bukan kelas biasa. Berkah Setia Farm bermain di segmen premium—sapi kontes dan kurban kelas atas. Artinya, margin keuntungan jauh lebih tinggi dibanding peternakan konvensional.

Pemasaran pun tidak ketinggalan zaman. Setyo Hermawan memanfaatkan media sosial untuk menjangkau pasar lebih luas. Dari sini, pembeli datang bukan hanya dari sekitar, tapi juga dari berbagai daerah yang mencari sapi kualitas unggulan.

Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, bahkan menyebut model seperti ini layak jadi contoh nasional. Dari dua ekor sapi, kini berkembang jadi ratusan—bukti nyata bahwa peternakan modern bisa menghasilkan lompatan besar.

“Jadi beternak sapi itu sesuatu yang menyenangkan, menggembirakan, menggairahkan, dan tentu saja menguntungkan. Mas Hermawan ini contoh bagaimana anak muda bisa berkreasi, bekerja keras, berinovasi, dan bisa menghasilkan sesuatu. Ini inspirasi bagi kita semua,” katanya.

Jenis sapi yang digunakan juga bukan sembarangan. Mereka mengandalkan sapi PO Kebumen atau yang dikenal sebagai Majapahitan. Salah satu sapi unggulan dijadikan pejantan utama untuk menghasilkan anakan dengan nilai jual tinggi—strategi cerdas yang jarang dilakukan peternak kecil.

Model seperti ini yang seharusnya ditiru peternak Soloraya. Bukan sekadar memelihara, tapi membangun sistem: dari genetik, pakan, hingga pemasaran. Kalau tetap pakai cara lama, hasilnya akan stagnan. Tapi kalau berani upgrade seperti ini, peluang cuan besar terbuka lebar.

Ke depan, daerah lain di Pantura, yakni Brebes juga disiapkan Mega Farm. Artinya, arah peternakan sudah jelas: modern, efisien, dan berbasis kualitas. Siapa yang cepat beradaptasi, dia yang akan menguasai pasar. Aris Arianto

Exit mobile version