SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Lonjakan minat pada program studi kreatif kembali terlihat dalam seleksi masuk perguruan tinggi seni tahun ini. Di tengah ketatnya persaingan, Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) di Institut Seni Indonesia Surakarta justru tampil sebagai primadona, menyedot jumlah pendaftar paling besar sekaligus menyisakan tingkat seleksi yang tidak main-main.
Berdasarkan hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 yang diumumkan pada 31 Maret 2026, sebanyak 547 calon mahasiswa dinyatakan lolos dari total 2.056 pendaftar yang memperebutkan kursi di 21 program studi.
Wakil Rektor Bidang Akademik ISI Surakarta, M. Arif Jati, sebagaimana dikutip dalam rilisnya ke Joglosemarnews menyampaikan bahwa seluruh peserta yang diterima telah melewati proses seleksi ketat berbasis prestasi akademik dan capaian lainnya. Dari jumlah tersebut, 228 mahasiswa di antaranya merupakan penerima beasiswa KIP-Kuliah.
Dominasi minat terlihat jelas pada Prodi DKV yang mencatat 486 pendaftar, jauh melampaui program studi lain. Sementara itu, Prodi Film dan Televisi diminati 221 pendaftar dan Prodi Tari sebanyak 252 pendaftar. Tingginya angka tersebut juga diimbangi dengan kuota penerimaan, di mana DKV menerima 72 mahasiswa, Film dan Televisi 60 mahasiswa, serta Tari 52 mahasiswa.
Kepala Prodi DKV, M Harun Rosyid Ridlo, mengungkapkan bahwa persaingan di prodi yang dipimpinnya sangat ketat. Dari total 486 pendaftar, terdiri dari 254 pilihan pertama dan 232 pilihan kedua, hanya 72 orang yang berhasil lolos. Rasio keketatan pun mendekati 1:7, menandakan hanya kandidat dengan rekam jejak prestasi dan portofolio terbaik yang mampu bertahan hingga tahap akhir seleksi.
M Harun dalam rilis yang dikirim berharap bagi 72 mahasiswa baru yang lolos jalur SNBP ini untuk memanfaatkanlah kesempatan emas ini dengan penuh tanggung jawab saat kuliah di DKV ISI Surakarta nantinya.
Capaian tersebut sekaligus mempertegas posisi DKV sebagai salah satu program studi terfavorit di ISI Surakarta. Konsistensi peningkatan kualitas akademik, baik dari sisi dosen maupun mahasiswa, dinilai menjadi faktor utama yang mendorong tingginya kepercayaan calon mahasiswa untuk memilih prodi ini sebagai tujuan utama studi mereka. [*]
