Site icon JOGLOSEMAR NEWS

Dua Kali Kasus Dugaan Keracunan MBG Terjadi di Bantul, Operasional SPPG Disetop Sementara

Ilustrasi keracunan makanan | kreasi AI

BANTUL, JOGLOSEMARNEWS.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah dua kejadian dugaan keracunan menimpa siswa sekolah dasar di Bantul dalam waktu berdekatan. Insiden tersebut memaksa pemerintah setempat menghentikan sementara operasional dua dapur penyedia makanan.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Bantul, Hermawan Setiaji, mengungkapkan bahwa kasus pertama terjadi pada Kamis (2/4/2026) di wilayah Kalurahan Seloharjo, Kapanewon Pundong. Insiden itu melibatkan enam sekolah dasar dengan total 156 siswa terdampak.

“Kejadian diduga keracunan itu pada Kamis (2/4/2026). Itu terjadi di enam Sekolah Dasar (SD) dengan korban 156 siswa,” katanya kepada wartawan, Kamis (9/4/2026).

Meski seluruh siswa yang diduga mengalami keracunan kini telah pulih, pihak pemerintah tetap melakukan langkah investigasi dengan menguji sampel makanan di laboratorium.

“Kasus itu sudah beres. Tapi, kami belum bisa menduga-duga (menu apa yang menyebabkan siswa keracunan). Yang penting, makanan sudah kami ambil dan dibawa untuk uji laboratorium,” ujar dia.

Menu makanan pada kejadian tersebut diketahui didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Seloharjo 2. Hingga kini, operasional SPPG tersebut masih dihentikan sementara sambil menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.

Tak berselang lama, dugaan kasus serupa kembali muncul. Pada Rabu (8/4/2026), sebanyak 20 siswa dari dua sekolah dasar, yakni SD Negeri Monggang dan SD Negeri Kategan, dilaporkan mengalami gejala serupa setelah mengonsumsi menu MBG.

“Dua sekolah itu menerima MBG dari SPPG Srihardono 1. Saat ini SPPG itu juga belum beroperasi. Nanti operasinya nunggu arahan dari Badan Gizi Nasional (BGN),” tutur dia.

Berulangnya insiden dalam waktu singkat membuat Pemkab Bantul berencana memperketat sistem pengawasan, khususnya di tingkat kapanewon. Langkah tersebut juga merupakan tindak lanjut dari rekomendasi DPRD Bantul.

“Nanti kalau kapanewon mau ngawasi jadi bisa serempak atau bareng. Kan selama ini kalau yang ngawasi Satgas tingkat kapanewon dan jumlahnya tidak banyak. Jadi, ke depan pengawasan bersama jajaran kapanewon,” tutup dia. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

Exit mobile version