Site icon JOGLOSEMAR NEWS

Karangturi Banjir, Jalur Wonogiri-Pacitan Terendam Kendaraan Tidak Bisa Lewat

Banjir

Tangkapan layar banjir Karangturi. Istimewa

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Hujan deras tanpa jeda sejak Selasa (14/4/2026) hingga Rabu (15/4/2026) langsung memicu bencana yang seolah tak pernah selesai di wilayah Karangturi, Kecamatan Nguntoronadi, Wonogiri. Aliran Sungai Wiroko yang bermuara ke Waduk Gajah Mungkur tak mampu menahan debit air, hingga akhirnya meluap dan berdampak pada kawasan pemukiman warga.

Tak hanya rumah warga yang terdampak, jalur vital provinsi Wonogiri–Pacitan ikut lumpuh total. Air yang meluber ke badan jalan membuat kendaraan dari kedua arah tak bisa melintas sama sekali. Aktivitas warga terhenti, distribusi barang terganggu, dan kondisi ini kembali memunculkan keresahan lama yang belum juga terselesaikan.

Situasi di Dusun Karangturi hingga Krapyak, Desa Bulurejo, berubah jadi lautan air. Genangan terlihat meluas, bahkan di beberapa titik ketinggian air cukup mengkhawatirkan. Warga sekitar sudah hafal dengan kondisi ini.

Salah satu pengguna jalan dengan nada kesal mengungkapkan,

“Setiap hujan deras pasti begini. Air pasti meluap, jalan pasti putus. Sudah puluhan tahun, tapi tidak pernah benar-benar ada solusi. Mau sampai kapan kami harus hidup seperti ini?” sebut dia.

Keluhan itu bukan tanpa alasan. Banjir di Karangturi bukan kejadian baru. Fenomena ini sudah terjadi berulang kali setiap musim hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama. Bahkan warga menyebut kondisi ini sudah berlangsung selama puluhan tahun tanpa perubahan signifikan.

Banjir ini bukan sekadar bencana musiman, tapi sudah menjadi siklus tahunan yang mengancam keselamatan dan ekonomi warga. Jalur provinsi yang seharusnya menjadi akses utama justru menjadi titik rawan lumpuh setiap kali hujan besar datang.

Warga plus pengguna jalan berharap ada langkah nyata yang benar-benar menyelesaikan persoalan ini, bukan sekadar penanganan sementara setiap kali banjir datang. Sebab jika kondisi ini terus dibiarkan, Karangturi akan selalu menjadi langganan banjir tanpa kepastian solusi. Aris Arianto

Exit mobile version