Site icon JOGLOSEMAR NEWS

Kerja Bakti di Sleman Heboh, Warga Temukan Mayat Tanpa Kepala!

ilustrasi | freepik

SLEMAN, JOGLOSEMARNEWS.COM Niat warga membersihkan sisa-sisa banjir justru berujung pada penemuan yang menggetarkan. Di tengah tumpukan bambu yang menyumbat aliran sungai, sesosok jasad tanpa kepala muncul, memicu tanda tanya besar soal apa yang sebenarnya terjadi.

Peristiwa itu terjadi di kawasan Jembatan Kali Konteng, Dusun Pereng Kembang, Balecatur, Gamping, Sabtu (11/4/2026). Saat warga bergotong royong membersihkan material sisa banjir, mereka dikejutkan dengan penemuan mayat laki-laki dalam kondisi mengenaskan.

Kapolsek Gamping, AKP Bowo Susilo, menjelaskan bahwa kegiatan kerja bakti dimulai sejak pagi hari. Warga bersama perangkat kelurahan berupaya menyingkirkan rumpun bambu dan material lain yang tersangkut di jembatan akibat banjir sehari sebelumnya.

“Jam 09.00 mulai membersihkan. Kemudian jam 10.00 itu, menemukan mayat ditumpukan puing bambu itu. Lalu menginformasikan ke Polsek Gamping.Kami langsung berkoordinasi dengan Tim Inafis Polresta Sleman untuk melakukan olah TKP,” kata Bowo, Sabtu.

Penemuan itu sontak menghentikan aktivitas warga. Petugas kepolisian bersama tim identifikasi segera melakukan olah tempat kejadian perkara.

Identitas korban akhirnya mulai terkuak setelah pihak keluarga datang ke lokasi. Dua anak kandung dan seorang menantu memastikan bahwa jasad tersebut adalah NR (70), warga Dusun Sebaran, Sidoarum, Godean.

Kepastian itu didasarkan pada sejumlah ciri fisik yang dikenali keluarga, mulai dari bentuk kaki, luka penyakit kulit menahun di atas mata kaki kanan, hingga pakaian yang dikenakan korban berupa kaus hijau bertuliskan “California”.

Dari keterangan keluarga, korban diketahui mengalami demensia atau pikun. Ia disebut kerap keluar rumah tanpa pamit dan kesulitan menemukan jalan pulang. Sebelum ditemukan, pihak keluarga juga sempat melaporkan kehilangan korban ke Polsek Godean.

Meski identitas telah diketahui, misteri kematian korban masih belum terpecahkan. Saat ditemukan, tubuh korban mengalami luka di bagian dada, sementara bagian kepala belum ditemukan.

Petugas bersama relawan dan BPBD terus melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai untuk mencari bagian tubuh yang hilang sekaligus mengumpulkan petunjuk tambahan.

Bowo menyebut, pihaknya masih mendalami penyebab luka yang ditemukan di tubuh korban, termasuk kemungkinan korban mengalami benturan keras saat terbawa arus.

“Karena luka, ada darah di leher almarhum ini masih segar, masih baru. Ini masih didalami, apakah ini disebabkan oleh benturan saat terbawa arus, terkena alat berat (eksavator) saat proses pembersihan puing, atau ada penyebab lain. Masih dalam proses pencarian untuk kepalanya,” terang dia.

Jenazah korban saat ini telah dievakuasi ke RS PKU Muhammadiyah Gamping untuk dilakukan pemeriksaan medis lebih lanjut. Langkah ini penting guna memastikan penyebab pasti kematian serta memperkirakan waktu korban meninggal.

Polisi juga masih menelusuri apakah korban murni menjadi korban bencana akibat terpeleset dan terseret arus banjir, atau terdapat faktor lain di balik peristiwa tersebut.

“Belum. (Penyeban kematian) itu nanti masih kami dalami lebih lanjut.Nanti dugaan almarhum itu mengapa sampai kemudian terbawa arus banjir, itu nanti kami masih lakukan pendalaman lebih lanjut. Karena kemarin sore kan hujan deras di wilayah Balecatur. Cuaca ekstrim,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, membenarkan bahwa pada hari yang sama dilakukan penanganan lanjutan dampak cuaca ekstrem di wilayah tersebut.

Pembersihan difokuskan pada aliran Kali Konteng yang tersumbat rumpun bambu menggunakan alat berat.

“Saat pembersihan rumpun bambu tiba-tiba ditemukan jasad. Korban dievakuasi dan diidentifikasi Inafis Polresta lalu dibawa ke PKU Muhamadiyah Gamping,” ujar dia.

Peristiwa ini menambah daftar panjang dampak cuaca ekstrem yang tak hanya merusak lingkungan, tetapi juga menyisakan tragedi kemanusiaan yang menyisakan duka dan tanda tanya. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

 

Exit mobile version