WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Suasana panas penuh tensi tinggi mewarnai Hall dan Aula Sanika Satyawada Polres Wonogiri, Sabtu (11/4/2026). Ratusan pelajar dari berbagai penjuru Kabupaten Wonogiri tumpah ruah dalam ajang turnamen e-sport Mobile Legends (ML) Kapolres Wonogiri Cup Tahun Anggaran 2026 yang langsung jadi magnet perhatian.
Sebanyak 32 tim dengan total 160 peserta dari tingkat SMA/SMK/MA ikut bertarung sengit sejak pagi. Registrasi dimulai pukul 08.00 WIB, dan tanpa buang waktu, atmosfer kompetisi langsung memanas hingga sore hari. Setiap tim tampil all out demi membuktikan siapa yang paling layak jadi penguasa Land of Dawn versi Wonogiri.
Pembukaan turnamen dilakukan secara resmi oleh Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo yang diwakili oleh Kasat Lantas AKP Julius Marlon Gawe. Momen ini makin terasa spesial ketika seluruh peserta dengan lantang mengucapkan Ikrar Generasi Muda Peduli Kamtibmas yang dipimpin oleh Kasat Binmas Iptu Raymond Daniel Titaheluw.
Pertandingan dimulai pukul 09.30 WIB dan berlangsung tanpa jeda berarti hingga pukul 18.00 WIB. Setiap match berlangsung ketat, penuh strategi, dan adu mekanik tingkat tinggi. Hingga akhirnya, dominasi tak terbantahkan ditunjukkan oleh tim PLONCA dari SMA Negeri 1 Wonogiri yang sukses keluar sebagai juara pertama.
Berikut daftar pemenang yang berhasil mencuri perhatian:
✓ 🥇 Juara 1: Tim PLONCA – SMA Negeri 1 Wonogiri
✓ 🥈 Juara 2: SMK Daya Wangsa
✓ 🥉 Juara 3: SMA Negeri 1 Pracimantoro
✓ ⭐ Juara 4: SMA Negeri 1 Slogohimo
✓ 🎯 MVP: Radix Mukaffa Putra (Tim PLONCA)
Tak hanya sekadar turnamen, kegiatan ini juga melibatkan Pejabat Utama (PJU) Polres Wonogiri dan personel Satbinmas yang aktif melakukan pembinaan serta pengawasan selama jalannya kompetisi.
Kasihumas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar lomba game biasa.
“Turnamen e-sport ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah pembinaan generasi muda agar tetap produktif, menjunjung tinggi sportivitas, serta memiliki kepedulian terhadap kamtibmas,” ujarnya.
Lebih jauh, ia menyebut bahwa kegiatan seperti ini akan terus didorong sebagai cara efektif membangun kedekatan dengan generasi muda di era digital, sekaligus mengarahkan mereka pada aktivitas positif dan menjauhkan dari potensi kenakalan remaja.
Dengan antusiasme luar biasa dan persaingan yang ketat, turnamen ini bukan cuma soal menang kalah, tapi juga jadi bukti bahwa e-sport kini sudah jadi bagian dari gaya hidup generasi muda yang patut diperhitungkan. Aris Arianto
