Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator untuk melihat keberhasilan upaya kesehatan ibu. AKI adalah rasio kematian ibu selama masa kehamilan, persalinandannifas yang disebabkanolehkehamilan, persalinan, dan nifas atau pengelolaannya tetapi bukan karena sebab-sebab lain seperti kecelakaan atau terjatuh di setiap 100.000 kelahiran hidup. Sebesar 50,7 persen kematian maternal di Provinsi Jawa Tengah terjadi pada waktu nifas (Profil Jateng, 2021).
Diwilayah Puskesmas Kalijambe jumlah kasus AKI masih tinggi,dan 50% kasus terjadi selama masa nifas. Pada Tahun 2019 terdapat 0 kasus,tahun 2020 terdapat 2 kasus, tahun 2021 terdapat2 kasus, tahun 2022 terdapat 2 kasus, dan tahun2023 terdapat 3 kasuskematian. Penyebabkematian ibu selama masa nifas yaitu karena PEB 2 kasus, Perdarahan 1 kasus, DM Tipe II 1 kasus, penyakit ginjal 1 kasus, dan leukemia 1 kasus.
Cakupan pelayanan nifas adalah pelayanan kepada ibu dan neonatal mulai dari 6 jam sampai dengan 42 hari pasca persalinan sesuai standar oleh tenaga kesehatan. Periode kunjungan nifas yang sesuai dengan standar adalah KF1 yakni 6 jam sampai hari ke 2 pasca persalinan, KF2 yakni hari ke 3 sampai hari ke 7 pasca persalinan, KF3 yakni hari ke 8 sampai hari ke 28 pasca persalinan dan KF4 yakni hari 29 sampai hari ke 42 pasca persalinan (Kemenkes RI, 2020).
Berdasarkan indikator diatas selain melakukan kunjungan rumah, Bidan juga harus bertanggungjawab untuk memberikan pelayanan dan memberikan informasi yang tepat mengenai masalah yang terjadi pada masa nifas terutama dalam hal mengontrol kedisiplinan pasien dalam mendapatkan pelayanan Nifas.
“Sistem Monitoring Kesehatan Nifas di Kalijambe (Si Monika)” adalah solusiinovatif yang dirancang untuk meningkatkan perawatan pasien ibu nifas di Puskesmas Kalijambe. Dengan fokus pada memastikan kunjungan rutin pasien ke puskesmas atau rumah sakit sesuai dengan jadwal yang ditetapkan, sistem ini
