Site icon JOGLOSEMAR NEWS

Outing Class Unik, Siswa SD Muhammadiyah PK Solo Belajar Islam Lewat Wayang Golek

Para siswa SD Muhammadiyah PK Solo tampak antusias pertunjukan wayang golek sebagai sarana edukasi tentang Islam | Istimewa

BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM Pembelajaran tak selalu harus berlangsung di dalam kelas. Sejumlah siswa justru menemukan cara belajar yang lebih hidup ketika bersentuhan langsung dengan budaya dan lingkungan bersejarah.

Sebanyak 66 siswa kelas IV SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo mengikuti kegiatan outing class di pelataran Masjid Besar Ciptomulyo Pengging, Kamis (9/4/2026). Lokasi tersebut dipilih bukan tanpa alasan, mengingat nilai historisnya dalam perkembangan syiar Islam di kawasan Solo dan sekitarnya.

Kegiatan bertema “Menghidupkan Nilai Islam Berkemajuan” itu memadukan materi Kemuhammadiyahan dengan pendekatan seni budaya, yakni melalui pertunjukan wayang golek.

Materi disampaikan langsung oleh Ki Pujiono, dalang yang juga menjabat sebagai Kepala SD Muhammadiyah PK Banyudono. Dengan gaya interaktif, ia menyisipkan pesan-pesan moral dalam alur cerita wayang yang dibawakan.

“Saat ini kalian sedang menempuh perjalanan ilmu. Lakukan dengan sungguh-sungguh dan jadilah generasi yang mampu menorehkan karya bermanfaat bagi masa depan,” ujar Ki Pujiono di hadapan para siswa.

Koordinator Tim Kelas IV, Eka Pratiwi Nugrahini, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual sekaligus menyenangkan bagi siswa. Menurutnya, pendekatan melalui budaya terbukti efektif dalam membantu pemahaman materi.

“Melalui pendekatan budaya, murid tidak hanya memahami materi secara teori, tetapi juga merasakan langsung nilai-nilai yang terkandung di dalamnya,” ungkapnya.

Selain memperdalam pemahaman Kemuhammadiyahan, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal di tengah arus modernisasi.

Salah satu siswa, Muhammad Romy Aditya, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. Ia menyebut metode pembelajaran melalui wayang golek membuat materi lebih mudah dicerna.

“Belajarnya jadi lebih seru dan tidak membosankan. Saya jadi lebih paham pesan yang disampaikan melalui tokoh wayang,” tuturnya.

Melalui outing class ini, sekolah berharap mampu membentuk karakter siswa yang tidak hanya unggul dalam aspek akademik, tetapi juga memiliki nilai religius serta kepedulian terhadap pelestarian budaya bangsa. [*]

Exit mobile version