Site icon JOGLOSEMAR NEWS

Sadis! Pria di Jepara Bakar Mantan Istri dan Mertua Saat Terlelap

Ilustrasi kebakaran | freepik

JEPARA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kekerasan dalam lingkup keluarga kembali menunjukkan wajah paling kelamnya. Di saat sebagian orang terlelap, aksi brutal justru terjadi, memperlihatkan bagaimana dendam dan emosi dapat berubah menjadi tindakan yang nyaris tak berperikemanusiaan.

Dua perempuan, yakni Sriningsih (55) dan ibunya Margi (90), menjadi korban pembakaran di Desa Tubanan, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, pada Jumat (3/4/2026) dini hari. Keduanya kini menjalani perawatan intensif di RSUD Kartini Jepara akibat luka bakar yang diderita.

Pelaku diduga merupakan mantan suami Sriningsih, berinisial Wardoyo (64). Ia disebut melakukan aksinya saat kedua korban sedang tertidur di dalam rumah.

Kasatreskrim Polres Jepara, AKP M Faizal Wildan Umar Rela, mengungkapkan kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 01.45 WIB. Dari hasil penyelidikan awal, pelaku diduga telah mempersiapkan aksinya dengan membawa bahan bakar minyak sebelum masuk ke rumah korban.

Setelah berhasil masuk, pelaku langsung menuju kamar tempat korban beristirahat. Tanpa banyak interaksi, ia menyiramkan bahan bakar ke tubuh kedua korban dan kemudian menyulut api.

“Pelaku menyulutkan api menggunakan kayu yang dibungkus kain sehingga menyebabkan kedua korban terbakar,” terangnya.

Api dengan cepat membesar, membuat Sriningsih terbangun dan berteriak meminta pertolongan. Teriakan tersebut didengar warga sekitar yang segera berdatangan.

Warga kemudian berupaya memadamkan kobaran api sekaligus mengevakuasi korban ke rumah sakit.

“Warga sekitar datang untuk membantu memadamkan api dan melarikan korban ke rumah sakit,” ujar dia.

Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami motif di balik aksi keji tersebut serta memburu atau memproses pelaku sesuai hukum yang berlaku.

Kasus ini tengah ditangani oleh Satreskrim Polres Jepara. Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat keras bahwa konflik personal yang tidak terselesaikan dapat berubah menjadi ancaman serius, bahkan bagi orang-orang terdekat sekalipun. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

 

Exit mobile version