Site icon JOGLOSEMAR NEWS

Video Viral Warga Borong BBM Menggunakan Jerigen, Begini Sragen Klarifikasi Pihak SPBU di Sumberlawang Sragen

Suasana SPBU Desa Mojopuro, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah pada Selasa (31/3/2026) Huri Yanto

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM — Sempat viral di media sosial (Medsos) SPBU di Mojopuro, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah tertangkap kamera warga membeli bahan bakar minyak (BBM) menggunakan jerigen.

Menyikapi video yang telah beradar di Medsos tersebut, pihak pengelola SPBU Sumberlawang memberikan klarifikasi dan keterangan menyikapi video viral itu. Tidak hanya itu, pihak SPBU juga menegaskan bahwa seluruh transaksi yang terekam telah melalui prosedur verifikasi digital yang ketat.

Pada JOGLOSEMARNEWS.COM Pengawas SPBU Mojopuro Sumberlawang, Aunur Rofiq meluruskan persepsi liar di masyarakat itu. Menurutnya, tudingan penimbunan di tengah isu kelangkaan BBM menjelang Lebaran dan pasca-Nyepi tersebut tidak berdasar.

Aunur Rofiq selaku pengawas SPBU 44-572-26 Mojopuro, Sumberlawang, Sragen, Jawa Tengah. Huri Yanto

Rofiq menjelaskan bahwa pihaknya tidak memiliki wewenang untuk menolak konsumen selama mereka mengantongi barcode resmi yang diterbitkan oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumindag) maupun Dinas Pertanian.

“Iya kami hanya penyalur. Selama konsumen menunjukkan barcode resmi, kami wajib melayani. Jika tidak ada barcode, otomatis kami arahkan ke BBM non-subsidi. Misal kalau kami tolak padahal mereka punya hak (barcode), kami yang salah,” kata Aunur pada Selasa (31/3/2026).

Ia juga membeberkan mekanisme pada sistem nozzle SPBU. Setiap pengguna barcode memiliki kuota mingguan yang diatur langsung oleh BPH Migas dan dinas terkait.

“Di SPBU kami, maksimal pembelian adalah 30 liter per hari untuk pengguna barcode. Jika kuota mingguan mereka sudah habis, secara sistem mereka tidak bisa beli lagi. Harus menunggu periode alokasi berikutnya,” imbuhnya.

Selain mengklarifikasi soal jerigen, Rofiq juga menanggapi isu mengenai rencana kenaikan harga BBM yang sempat memicu gejolak di lapangan. Hingga saat ini, operasional di SPBU Sumberlawang diklaim masih berjalan normal tanpa adanya antrean yang membludak.

Terkait perubahan harga, ia mengaku pihak SPBU biasanya baru menerima informasi mendadak dari Pertamina pada malam hari sebelum kebijakan diberlakukan. “Biasanya kabar masuk jam 20.00 atau 21.00 WIB jika nanti tengah malam ada perubahan harga. Sejauh ini belum ada konfirmasi resmi,” ujarnya. Huri Yanto

Exit mobile version