SLEMAN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Aktivitas pagi warga di kawasan Pakem mendadak diusik oleh penemuan sesosok tubuh perempuan lanjut usia di saluran irigasi dalalm kondisi tak bernyawa. Penemuan itu sontak mengundang kepanikan sekaligus tanda tanya di tengah masyarakat.
Peristiwa tersebut terjadi di Dusun Ngawen, Harjobinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman, Senin (20/4/2026) pagi. Korban diketahui berinisial S (63), warga setempat.
Jasad korban pertama kali ditemukan oleh seorang petani berinisial R (61) sekitar pukul 05.30 WIB saat hendak mengalirkan air ke sawah. Saat itu, saksi tengah mengecek aliran air di belakang rumah korban.
“Saksi melihat korban sudah terendam air menghadap ke utara. Temuan tersebut dilaporkan kepada warga sekitar dan diteruskan ke Polsek Pakem,” terang Argo Anggoro, Senin.
Menurut keterangan, saksi awalnya membuka batu yang berada di tengah saluran. Namun, ia justru dikejutkan oleh keberadaan tubuh korban yang dalam posisi tengkurap dan sebagian terendam air.
Mendapat laporan tersebut, petugas dari Polsek Pakem bersama tim Inafis Polresta Sleman serta tenaga medis dari Puskesmas Pakem langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan proses evakuasi.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan korban diduga telah meninggal dunia lebih dari 24 jam sebelum ditemukan. Kondisi tubuh yang sudah kaku dan pucat menjadi indikasi kuat lamanya waktu kematian.
“Menurut katerangan dokter Puskesmas Pakem, mayat korban sudah dalam kondisi kaku dan pucat. Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan,” ujarnya.
Pihak keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan memilih tidak menempuh jalur hukum. Mereka juga telah membuat pernyataan resmi terkait hal itu.
Kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi terkait penyebab kematian dan tetap menjaga situasi kondusif. Selain itu, warga juga diingatkan untuk tidak mengganggu posisi korban jika menemukan kejadian serupa.
“Kepolisian mengimbau kepada masyarakat, jika menemukan hal serupa, agar jangan menyentuh dan mengubah posisi Mayat. Hal ini sangat penting untuk menjaga keaslian tempat kejadian perkara (TKP). Segera laporkan penemuan ke pihak kepolisian terdekat atau perangkat desa setempat untuk tindakan evakuasi yang cepat,” kata dia. [*] Disarikan dari sumber berita media daring
