Site icon JOGLOSEMAR NEWS

Desa Golo Wonogiri Panen 1,3 Ton Jamur Kuping, 23 Ribu BaglogBerbuah Manis! Siap Jadi Tambang Cuan Baru Warga

Jamur

Panen jamur Desa Golo Wonogiri. Istimewa

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM Desa Golo, Kecamatan Puhpelem, Kabupaten Wonogiri kembali menunjukkan bahwa potensi desa mampu menghasilkan nilai ekonomi yang menjanjikan. Melalui pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), ribuan baglog jamur kuping yang dibudidayakan secara intensif kini mulai menghasilkan panen melimpah dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat setempat.

Pekan ini, BUMDes Golo berhasil memanen sekitar 1,3 ton jamur kuping dari total kurang lebih 23 ribu baglog yang tersebar di lima kumbung budidaya. Hasil tersebut menjadi pencapaian yang cukup membanggakan sekaligus memperlihatkan bahwa sektor pertanian dan hortikultura desa memiliki masa depan cerah apabila dikelola secara serius dan berkelanjutan.

Panen dilakukan bersama oleh pengelola BUMDes dan para pekerja yang selama ini terlibat dalam proses budidaya. Sebagian hasil panen langsung dipasarkan dalam kondisi segar untuk memenuhi permintaan konsumen, sementara sebagian lainnya diolah menjadi jamur kering guna meningkatkan nilai jual sekaligus memperpanjang masa penyimpanan produk.

Direktur BUMDes Golo, Andi Eko Susanto, menjelaskan bahwa budidaya jamur kuping sengaja dikembangkan sebagai salah satu strategi untuk menggerakkan perekonomian desa sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar.

“Budidaya jamur ini kami kembangkan karena tekniknya yang relatif mudah, bernilai ekonomi tinggi dan bahan bakunya mudah didapat. Saat ini kami mengelola lima kumbung dengan total 23 ribu baglog jamur yang semuanya alhamdulillah berkembang dengan baik,” tuturnya saat dikonfirmasi.

Menurut Andi, Jamur Kuping (Auricularia polytricha) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki peluang pasar sangat besar. Selain diminati masyarakat sebagai bahan pangan, komoditas ini juga memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan sehingga mampu menjadi penggerak ekonomi kerakyatan di tingkat desa.

Keberhasilan panen kali ini semakin memperkuat optimisme BUMDes Golo untuk menjadikan jamur kuping sebagai komoditas unggulan yang mampu menopang kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang. Produksi yang terus meningkat dinilai dapat menciptakan peluang usaha baru, memperluas jaringan pemasaran, hingga mendukung tumbuhnya sektor UMKM berbasis potensi lokal.

Sebelumnya, Andi bersama tim juga telah mencatat keberhasilan panen perdana pada Senin (27/4/2026). Saat itu, satu kandang budidaya mampu menghasilkan sekitar 3,5 kuintal jamur kuping. Hasil tersebut menjadi modal penting untuk memperluas pengembangan usaha hingga akhirnya mampu menghasilkan panen yang jauh lebih besar seperti saat ini.

Dengan sistem panen bertahap di beberapa kumbung yang berbeda, produksi jamur kuping di Desa Golo diperkirakan akan berlangsung secara stabil. Kondisi tersebut memberikan keuntungan karena pasokan ke pasar dapat terus tersedia tanpa harus menunggu masa panen serentak.

Tidak berhenti pada penjualan hasil panen segar maupun kering, BUMDes Golo juga telah menyiapkan langkah lanjutan untuk meningkatkan nilai tambah produk. Berbagai inovasi pengolahan pascapanen mulai dipersiapkan agar manfaat ekonomi yang diperoleh masyarakat semakin besar.

“Harapannya ini nanti ada strategi pengolahan pascapanen seperti keripik, bakso jamur, hingga bumbu penyedap alami. BUMDes Golo optimistis dapat memperluas pasar sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat,” katanya.

Rencana pengembangan produk turunan tersebut dinilai sangat potensial karena mampu menciptakan nilai jual lebih tinggi dibandingkan hanya menjual hasil panen dalam bentuk mentah. Selain memperluas pasar, langkah ini juga dapat membuka peluang usaha baru bagi warga yang bergerak di sektor pengolahan makanan.

Kepala Seksi Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Puhpelem, Suprianto, turut mengapresiasi perkembangan budidaya jamur kuping yang dijalankan BUMDes Golo. Menurutnya, keberadaan usaha ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan masyarakat melalui kegiatan usaha mikro, kecil, dan menengah.

Selain menjadi penggerak ekonomi lokal, jamur kuping juga memiliki manfaat penting bagi ketahanan pangan masyarakat. Kandungan serat, karbohidrat, vitamin, mineral, serta berbagai nutrisi lainnya menjadikan jamur kuping sebagai salah satu bahan pangan yang bernilai gizi tinggi dan layak dikembangkan secara lebih luas.

Dengan produksi yang terus meningkat, dukungan masyarakat yang kuat, serta peluang pasar yang masih terbuka lebar, budidaya jamur kuping Desa Golo kini mulai dilirik sebagai salah satu model pengembangan ekonomi desa yang menjanjikan di Kabupaten Wonogiri. Dari 23 ribu baglog yang tumbuh subur, lahir harapan baru bagi kesejahteraan warga dan peluang usaha yang terus berkembang dari waktu ke waktu. Aris Arianto

Exit mobile version