Site icon JOGLOSEMAR NEWS

Di Tengah Efisiensi, Prabowo Minta Proyek Kantor Pemerintah Ditunda

Presiden Prabowo Subianto | Instagram

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Presiden Prabowo Subianto melontarkan kritik keras terhadap kebiasaan pembangunan gedung-gedung pemerintahan yang dinilai terlalu berlebihan.

Di tengah tuntutan efisiensi dan kebutuhan masyarakat akan lapangan kerja, Prabowo meminta proyek pembangunan kantor baru yang tidak mendesak untuk sementara ditahan.

Pesan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri panen raya udang vaname di Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (23/5/2026). Dalam pidatonya, ia menekankan bahwa pemerintah seharusnya lebih fokus menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat ketimbang berlomba membangun kantor megah.

“Jadi maaf, kita sekarang agak tundalah bangun banyak kantor, kantor, kantor. Kantor itu, ya perlu. Tapi jangan ada kantor, enggak ada produktivitas,” kata Prabowo.

Ketua Umum Partai Gerindra itu menilai ukuran keberhasilan pemerintahan bukan terletak pada megahnya bangunan, melainkan pada hasil kerja yang bisa dirasakan rakyat secara langsung.

“Iya kan? Kantor megah, produknya enggak ada. Lebih baik kantornya tidak begitu bagus, tapi produknya bagus. Hasilnya banyak,” lanjutnya.

Menurut Prabowo, kebutuhan utama masyarakat saat ini adalah pekerjaan dan penghasilan yang layak. Karena itu, ia meminta seluruh jajaran pemerintahan mengedepankan program-program produktif dibanding pembangunan fisik yang belum terlalu diperlukan.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga meninjau langsung kawasan tambak udang berbasis kawasan di Kebumen. Mengenakan kemeja safari cokelat dan topi biru tua, ia tampak ikut menarik jala bersama para petambak sebelum memberikan sambutan di lokasi acara.

Ia menyebut proyek tambak udang itu sebagai salah satu contoh investasi produktif yang memberi dampak ekonomi nyata. Proyek tersebut diketahui mulai dikembangkan sekitar tiga tahun lalu dan diresmikan pada 9 Maret 2023 oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo bersama mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

“Hari ini saya hadir untuk menyaksikan panen raya udang proyek ini, yang sudah berjalan tiga tahun dan panennya sekarang hasilnya sudah tingkat tertinggi, tingkat dunia,” ujar Prabowo.

Ia mengungkapkan produktivitas tambak di kawasan tersebut mencapai sekitar 40 ton per hektare, angka yang menurutnya tergolong sangat tinggi. Dengan asumsi harga udang Rp70 ribu per kilogram, satu hektare tambak dinilai mampu menghasilkan omzet miliaran rupiah dalam sekali panen.

“Dengan harga sangat bagus, harganya Rp 70 ribu per kilogram paling rendah, berarti Rp 70 juta per ton,” tuturnya. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

 

Exit mobile version