Site icon JOGLOSEMAR NEWS

Duh! Koperasi Merah Putih Wonodadi Pracimantoro Mandek 3 Minggu, Kontraktor Minggat Upah Belum Terbayar?, Dandim Buka Suara!

Logo Koperasi Desa Merah Putih / youtube

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pembangunan lapak Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) alias Koperasi Merah Putih di Desa Wonodadi, Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri, sempat menjadi perbincangan warga setelah proyek tersebut dilaporkan berhenti selama kurang lebih tiga minggu.

Mandeknya pembangunan memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat, termasuk isu bahwa pihak kontraktor dikabarkan meninggalkan proyek dan tidak diketahui keberadaannya. Hingga kabar pekerja yang belum terbayar upahnya, benarkah?

Proyek yang digadang-gadang menjadi salah satu pusat penguatan ekonomi desa itu diketahui mulai dibangun sejak Desember 2025. Namun hingga target penyelesaian yang ditetapkan pada Maret 2026, pembangunan gerai tersebut belum juga rampung sehingga memicu pertanyaan warga.

Kondisi proyek yang sempat terhenti membuat kabar beredar semakin liar. Sejumlah pihak menyebut pembangunan benar-benar berhenti selama beberapa pekan sebelum akhirnya aktivitas kembali terlihat di lokasi pada Rabu (20/5/2026).

Sumber yang enggan disebutkan namanya mengaku mendengar kabar bahwa pihak pelaksana proyek meninggalkan pekerjaan tersebut.

“Kontraktornya informasinya minggat,” kata seorang penduduk.

Tak hanya itu, isu lain yang berkembang juga menyebutkan adanya persoalan pembayaran upah pekerja bangunan. Intinya ada informasi sebagian pekerja disebut belum menerima haknya secara penuh.

“Infonya mau dibayar upah pekerja, tapi tidak semua. Hari ini juga ada yang mengerjakan lagi pembangunannya. Tadi saya lihat ada yang mengerjakan lagi,” ujar sumber lainnya.

Meski demikian, aktivitas pembangunan kini kembali berjalan. Sejumlah pekerja terlihat kembali masuk ke lokasi proyek dan melanjutkan pekerjaan yang sebelumnya sempat terhenti.

Di tengah ramainya isu kontraktor kabur, Dandim 0728 Wonogiri Rodricho Ivan Pattihahuan, langsung memberikan penjelasan dan membantah kabar tersebut.

Menurut Dandim, pembangunan gerai KDKMP di Desa Wonodadi tidak dikerjakan oleh kontraktor sebagaimana informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menegaskan proyek tersebut berada di bawah pelaksanaan Kodim.

“Pembangunan itu dari Kodim. Pembangunan disana lambat, anggaran yang turun baru tiga termin dari total lima termin,” kata Dandim, Rabu (20/5/2026).

Ia menjelaskan keterlambatan pembangunan dipengaruhi beberapa faktor teknis di lapangan. Selain pencairan anggaran yang belum sepenuhnya selesai, tenaga kerja dengan keterampilan tertentu juga diprioritaskan ke lokasi pembangunan KDKMP lain yang lebih mendesak.

Menurutnya, tukang dengan keahlian khusus seperti pengelasan dan pekerjaan teknis lain sempat dialihkan ke titik prioritas sehingga progres pembangunan di Wonodadi ikut terdampak.

“Sekarang sudah jalan normal. Bahan bangunan sudah masuk. Kita kejar lagi pembangunannya. Ya (Pembangunan Kodim),” jelasnya.

Dandim juga membeberkan kendala teknis lain yang memperlambat progres pekerjaan. Mulai dari proses pengelasan yang dinilai berjalan lambat hingga pekerjaan urugan tanah yang membutuhkan volume cukup besar.

Meski sempat tersendat, pihaknya memastikan pembangunan kembali berjalan normal dan akan dikebut agar target penyelesaian dapat tercapai. Aris Arianto

Exit mobile version