Site icon JOGLOSEMAR NEWS

Jadwal SPMB SMA SMK 2026 Resmi Dibuka! Catat Tanggal Pentingnya

Pelajar

Pelajar SMA. Istimewa

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA Negeri dan SMK Negeri Tahun Ajaran 2026/2027 di Jawa Tengah resmi bersiap digelar. Ribuan calon siswa kini mulai berburu informasi jadwal, kuota hingga jalur penerimaan yang bakal menentukan peluang lolos ke sekolah negeri favorit.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Pendidikan memastikan seluruh proses SPMB SMA dan SMK tahun 2026 dilakukan secara online untuk semua jalur seleksi. Sistem ini diterapkan agar proses pendaftaran lebih mudah diakses masyarakat di seluruh daerah.

Melansir laman resmi Pemprov Jateng, Pelaksana Tugas Sekretaris Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Sunarto mengatakan pelaksanaan SPMB tahun ini segera dimulai pada awal Juni.

“Kegiatan ini (SPMB SMAN/SMKN) tahun ini akan dibuka pada 3 Juni 2026,” kata Sunarto.

Calon peserta didik wajib mencermati seluruh tahapan karena jadwal berlangsung cukup ketat dan seluruh proses dilakukan secara daring melalui sistem resmi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Berikut jadwal lengkap SPMB SMA SMK Jateng 2026 yang wajib dicatat:

• 📌 Pembuatan akun: 3–12 Juni 2026
• 📌 Verifikasi berkas dan aktivasi akun: 4–13 Juni 2026
• 📌 Pendaftaran dan perubahan pilihan sekolah: 15–18 Juni 2026
• 📌 Pengumuman hasil seleksi: 21 Juni 2026
• 📌 Awal Tahun Ajaran Baru 2026/2027: 13 Juli 2026

SPMB SMA Negeri tahun ini dibagi menjadi empat jalur utama. Jalur domisili mendapat kuota minimal 33 persen, jalur afirmasi minimal 32 persen, jalur prestasi minimal 30 persen, sedangkan jalur mutasi maksimal 5 persen.

Sementara untuk SMK Negeri, sistem seleksi dibagi menjadi tiga kategori. Seleksi prestasi menjadi jalur terbesar dengan kuota minimal 75 persen. Sedangkan jalur afirmasi mendapat minimal 15 persen dan jalur domisili terdekat maksimal 10 persen.

Khusus jalur domisili, kebijakan ini diprioritaskan bagi wilayah kecamatan yang belum memiliki SMA Negeri atau SMK Negeri. Selain itu, berlaku juga bagi desa yang menjadi lokasi berdirinya sekolah negeri di atas tanah kas desa.

Untuk mendukung kelancaran proses pendaftaran online, Dinas Pendidikan Jawa Tengah bekerja sama dengan Dinas Komunikasi, Informatika dan Digital Provinsi Jawa Tengah menyiapkan sistem pendaftaran melalui situs resmi SPMB Jateng. Yakni aplikasi yang sederhana, mudah diakses, dan memberikan kemudahan bagi masyarakat yaitu spmb.jatengprov.go.id.

“Kami juga menyediakan dari tingkat paling bawah, hingga satuan pendidikan ada posko SPMB di semua cabang dinas yang ada 12 kegiatan SPMB. Begitu juga, di kantor Dinas Pendidikan Jawa Tengah, kita sediakan posko termasuk call center,” jelas Sunarto.

Tahun ini persaingan dipastikan berlangsung ketat. Jumlah lulusan SMP dan sederajat di Jawa Tengah diperkirakan mencapai 567.500 siswa. Sementara total daya tampung SMA Negeri dan SMK Negeri hanya sebanyak 231.399 kursi atau sekitar 40,77 persen dari total lulusan.

Selain jalur reguler, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga kembali membuka program SMA Negeri Keberbakatan Olahraga atau SMANKO. Program ini memiliki sistem seleksi tersendiri yang dikelola bersama Dinas Kepemudaan dan Olahraga Jawa Tengah.

“Mereka (SMANKO) mempunyai sistem (SPMB) yang terpisah, yang diatur oleh Dinas Kepemudaan dan Olahraga. Kami dari Dinas Pendidikan men-support dari sisi kurikulum, ketersediaan tenaga guru dan tenaga kependidikan,” ujarnya.

Tak hanya itu, calon siswa dari keluarga kurang mampu juga tetap mendapat peluang melalui Program Sekolah Kemitraan gratis. Sebanyak 139 SMA dan SMK swasta di Jawa Tengah ikut dilibatkan dalam program afirmasi tersebut.

Program ini ditujukan bagi calon siswa dari keluarga kategori Desil 1 hingga Desil 4 pada DTSEN. Seluruh biaya pendidikan ditanggung Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan sekolah dilarang memungut biaya tambahan.

“Kita ada 139 sekolah tingkat SMA dan SMK, yang melaksanakan program tersebut. Ini program afirmasi yang diperuntukkan untuk calon murid, yang berasal dari keluarga kurang mampu kategori Desil 1 sampai dengan Desil 4 pada DTSEN,” terang Sunarto.

Pemprov Jawa Tengah juga mengalokasikan bantuan sebesar Rp2 juta per siswa per tahun dengan total daya tampung mencapai 5.004 kursi.

Di sisi lain, untuk mencetak lulusan vokasi unggulan, Jawa Tengah juga masih membuka pendaftaran SMK boarding dan semi boarding. Tercatat ada tiga SMK boarding di Semarang, Pati dan Purbalingga, serta 15 SMK semi boarding di berbagai wilayah Jawa Tengah dengan total kuota 759 kursi.

“Kita ada 18 sekolah baik SMK boarding dan semi boarding, dengan kuota 759 kursi,” imbuhnya. Aris Arianto

Exit mobile version