Site icon JOGLOSEMAR NEWS

Jurnalis Indonesia Hilang Kontak Usai Kapal Misi Kemanusiaan Ditangkap Israel

Ilustrasi kekerasan terhadap jurnalis | kreasi AI

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Ketegangan di perairan Mediterania Timur memunculkan kekhawatiran baru setelah jurnalis asal Indonesia, Bambang Noroyono, dilaporkan hilang kontak usai kapal misi kemanusiaan internasional yang ditumpanginya diduga ditangkap pasukan Israel. Hingga Senin (18/5/2026), pemerintah Indonesia mengaku belum mengetahui keberadaan Bambang maupun status kapal Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 yang membawa rombongan bantuan kemanusiaan untuk Palestina.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyebut komunikasi dengan kapal yang membawa Bambang Noroyono terputus di tengah operasi penangkapan yang dilakukan kapal Israel Defence Forces (IDF) terhadap armada kemanusiaan internasional di wilayah perairan Siprus, Mediterania Timur.

Sedikitnya terdapat 10 kapal yang disebut ikut diamankan dalam operasi tersebut, di antaranya kapal Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys.

“Kapal yang membawa jurnalis Bambang Noroyono sampai saat ini masih belum dapat dihubungi dan belum diketahui status dari kapal, termasuk saudara Bambang Noroyono yang berada di kapal tersebut,” ungkap Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang dalam keterangannya, Senin (18/5/2026).

Selain Bambang, terdapat warga negara Indonesia lainnya bernama Andi Angga Prasadewa yang diketahui berada di kapal Josef. Andi merupakan delegasi dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) dan Rumah Zakat yang ikut dalam misi kemanusiaan internasional tersebut.

Pemerintah Indonesia pun mendesak Israel agar segera membebaskan seluruh kapal beserta awaknya tanpa syarat serta menjamin penyaluran bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina tetap dapat berlangsung sesuai hukum humaniter internasional.

“Kementerian Luar Negeri mendesak Pemerintah Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan, serta menjamin kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina sesuai hukum humaniter internasional,” ujar Yvonne.

Kemlu RI saat ini terus melakukan koordinasi intensif melalui Direktorat Perlindungan WNI bersama sejumlah perwakilan Indonesia di luar negeri, termasuk KBRI Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman. Pemerintah juga menyiapkan langkah antisipasi dan kontingensi guna memastikan keselamatan para WNI yang terlibat dalam misi tersebut.

Menurut Kemlu, situasi di lapangan masih terus berkembang dan informasi mengenai kondisi para awak kapal, termasuk warga negara Indonesia, masih terus dihimpun dari berbagai pihak terkait. Pemerintah menegaskan perlindungan terhadap WNI, termasuk jurnalis yang menjalankan misi kemanusiaan, menjadi prioritas utama di tengah situasi yang belum menentu.

“Situasi di lapangan masih sangat dinamis dan kemungkinan perkembangan tetap perlu diantisipasi. Kemlu RI juga terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak terkait untuk memperoleh informasi terkini mengenai kondisi para WNI, sekaligus menyiapkan langkah kontingensi, termasuk fasilitasi pelindungan dan percepatan proses pemulangan apabila diperlukan. Pelindungan WNI akan terus menjadi prioritas utama Pemerintah Indonesia di tengah situasi yang berkembang sangat cepat,” pungkasnya.  [*] Disarikan dari sumber berita media daring

 

Exit mobile version