SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Institut Islam Mambaul Ulum Surakarta atau IIM Surakarta mulai menunjukkan langkah besar menuju panggung internasional. Dalam Sidang Senat Terbuka dan Orasi Ilmiah Milad ke-47 yang digelar Rabu (13/5/2026), kampus Islam di Kota Solo itu secara terang-terangan menegaskan target transformasi menjadi World Class Islamic University pada tahun mendatang.
Mengusung tema Transformasi Keagamaan dan Pendidikan Menuju Kerukunan dan Sustainable Development Goals, momentum Milad ke-47 ini menjadi titik penting perubahan arah kampus yang kini mulai menyiapkan diri bersaing di level global.
Rektor IIM Surakarta, Dr. Edy Muslimin, S.Ag., M.S.I.,menegaskan perubahan menuju universitas bukan sekadar pergantian nama atau status administratif semata. Menurutnya, ukuran kampus unggul terletak pada kualitas akademik dan dampaknya terhadap masyarakat luas.
“Ukuran perguruan tinggi unggul bukan terletak pada nomenklatur, tetapi pada kualitas akademik, kekuatan moral, kematangan tata kelola, produktivitas riset, reputasi global, dan dampak nyata bagi masyarakat,” tegas Dr. Edy Muslimin.
Langkah transformasi itu ternyata bukan isapan jempol. IIM Surakarta sudah mencatat capaian akademik tinggi melalui implementasi Outcome-Based Education (OBE). Kampus ini berhasil mencapai 98 persen penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis OBE dan 93 persen penerapan pembelajaran student-centered atau berpusat pada mahasiswa.
Tak berhenti di situ, jaringan internasional juga mulai dibangun agresif. IIM Surakarta kini telah menjalin kerja sama dengan sejumlah kampus luar negeri seperti Global Interfaith University di Amerika Serikat, Tezpur College di India, dan Halim University di Korea Selatan.
Selain itu, IIM Surakarta menggandeng Universitas Muhammadiyah Surakarta dan UIN Raden Mas Said Surakarta untuk menjalankan program pengabdian masyarakat internasional di Malaysia.
Suasana sidang senat semakin penuh semangat saat Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Dr. H. Saiful Mujab menyampaikan orasi ilmiah tentang tantangan pendidikan agama di era digital dan globalisasi budaya.
Menurutnya, pendidikan agama saat ini tak boleh hanya berhenti pada hafalan dan teori semata. Generasi muda harus benar-benar merasakan nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.
Ia juga menyoroti ancaman kecanduan gadget pada anak-anak yang kini makin mengkhawatirkan. Bahkan, ia secara langsung menantang IIM Surakarta untuk melakukan riset dan inovasi dalam menemukan solusi penanganan fenomena tersebut.
“Pendidikan agama jangan hanya fokus pada aspek kognitif, tetapi juga harus menyentuh ranah afektif dan psikomotorik agar agama benar-benar menjiwai generasi muda,” ujar Dr. Saiful Mujab.
Dalam kesempatan itu, Kemenag Jawa Tengah juga menyinggung pentingnya penguatan ekoteologi atau kepedulian terhadap lingkungan hidup sebagai bagian penting pendidikan Islam masa depan.
Sebagai penutup acara, dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) serentak antara IIM Surakarta dengan berbagai lembaga pendidikan se-Solo Raya mulai dari Sragen, Wonogiri, Boyolali, Klaten hingga Karanganyar. Penandatanganan itu disaksikan langsung jajaran tamu undangan dan tokoh pendidikan yang hadir.
Tak hanya fokus pada transformasi kelembagaan, IIM Surakarta juga mulai memetakan kebutuhan pendidikan masa depan. Kampus ini telah melakukan survei terhadap siswa Madrasah Aliyah terkait minat program studi yang nantinya akan menjadi dasar pembukaan jurusan baru saat resmi berubah menjadi universitas.
Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) juga tengah disiapkan untuk membuka akses pendidikan lebih luas bagi masyarakat yang ingin melanjutkan studi dengan pengalaman kerja atau kompetensi yang sudah dimiliki.
“Alih bentuk menuju universitas Islam kelas dunia bukanlah tujuan akhir kita. Ia adalah awal dari tanggung jawab yang jauh lebih besar, menjadi lompatan peradaban akademik IIM Surakarta menuju panggung global,” pungkas Dr. Edy Muslimin.
Saat ini, Institut Islam Mambaul Ulum Surakarta memiliki delapan program studi yang bergerak di bidang pendidikan, ekonomi syariah, hukum keluarga, komunikasi hingga manajemen dakwah. Kampus ini terus memantapkan diri sebagai salah satu perguruan tinggi Islam yang diperhitungkan di Jawa Tengah bahkan nasional. Aris Arianto
