SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Kota Solo tahun ini menghadirkan kisah yang menyentuh hati sekaligus penuh inspirasi. Di tengah semangat berbagi dan kepedulian sosial, Yayasan Ikhlas Beraji Sesarengan (YIBS) sukses menggelar kajian bersama dan penyembelihan hewan kurban yang melibatkan puluhan santri tunanetra serta berbagai elemen masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung di PAUD Insan Muda Mulia, Banyuanyar, Kecamatan Banjarsari, Solo, Sabtu (30/5/2026), tidak hanya menjadi ajang ibadah kurban, tetapi juga menghadirkan pesan kuat tentang persaudaraan, kepedulian, dan semangat berbagi tanpa batas.
Acara yang merupakan kolaborasi antara YIBS, Klinik Kecantikan Be Hati Solo, dan Insan Muda Mulia tersebut diikuti sekitar 70 santri program Tunanetra Mengaji YIBS bersama para tamu undangan. Sejak pagi, suasana penuh kehangatan dan rasa syukur begitu terasa saat para peserta mengikuti kajian keagamaan yang menjadi bagian utama kegiatan.
Ketua Panitia, Achmad Yusuf, menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki makna lebih dari sekadar pertemuan rutin.
“Melalui kajian ini, kami ingin memperkuat ukhuwah Islamiah sekaligus membangun semangat kebersamaan. Semoga kegiatan ini membawa manfaat dan menjadi jalan untuk terus bertemu dalam berbagai kebaikan,” ujarnya.
Tidak berhenti pada kajian, kegiatan berlanjut dengan penyembelihan hewan kurban yang menjadi simbol nyata kepedulian sosial. Sebanyak satu ekor sapi dan tiga ekor kambing disembelih untuk kemudian dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Yang menarik perhatian, sapi kurban berasal dari bantuan dr. Khoirul Hadi, Sp.KK dari Klinik Be Hati Solo. Sementara tiga kambing kurban berasal dari dua sumber berbeda, yakni dua ekor dari YBM PLN dan satu ekor kambing dari Mahmudah, seorang santri program Tunanetra Mengaji YIBS.
Kisah kurban dari seorang santri tunanetra ini menjadi momen yang menyentuh banyak pihak. Di tengah berbagai keterbatasan yang dimiliki, semangat berbagi dan berkurban justru menjadi teladan yang menggugah hati.
Perwakilan Institut Islam Mamba’ul ‘Ulum (IIM) Surakarta, Alfian Eko, M.Pd., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya program yang melibatkan banyak pihak tersebut.
“Alhamdulillah, kurban ini dapat terlaksana berkat dukungan para donatur. Semoga menjadi wujud rasa syukur kepada Allah sekaligus meningkatkan kepedulian kepada sesama,” tuturnya.
Hal senada disampaikan Perwakilan Bersama Masjid Bahagia (BMB), Dewi Paramita. Ia menilai kebahagiaan sejati akan terasa lebih lengkap ketika dapat dibagikan kepada orang lain.
“Semoga setiap hewan kurban yang disalurkan menjadi ladang pahala. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut setiap tahun,” katanya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Ikhlas Beraji Sesarengan (YIBS), Rochmawati Solikhah Sukemi, S.H.I., S.H., S.Pd.I., M.Pd., mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan kurban yang menjadi pengalaman pertama bagi yayasan yang dipimpinnya.
“Ini merupakan pengalaman pertama kami menyelenggarakan kurban, dan Alhamdulillah Allah memberikan banyak kemudahan. Terima kasih kepada Yayasan Insan Muda Mulia yang telah menyediakan tempat untuk kegiatan ini,” ujarnya.
Rochmawati juga memberikan apresiasi kepada para santri tunanetra yang selama ini tetap istiqamah mengikuti pembinaan keagamaan dan kegiatan mengaji meskipun menghadapi berbagai tantangan.
“Ketika seseorang istiqamah berada di jalan Allah, maka Allah akan memberikan kemudahan dalam setiap langkah kehidupannya,” tambahnya.
Ia turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh donatur, relawan, serta pihak-pihak yang telah membantu hingga kegiatan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Di sisi lain, Pengelola Yayasan Insan Muda Mulia, Suroso, menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran acara keagamaan dan sosial seperti ini menjadi energi positif bagi lingkungan sekitar.
“Kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta. Saat ini kami sedang berupaya membangun fasilitas baru dan mohon doa agar seluruh prosesnya diberikan kelancaran,” ungkapnya.
Momen paling mengharukan datang dari salah satu santri tunanetra bernama Yusuf. Dengan penuh rasa syukur, ia mengaku bahagia bisa mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dan merasakan kebersamaan yang hangat.
“Maturnuwun. Kami bisa mendapatkan ilmu agama, makan daging bersama, dan membawa pulang daging kurban. Semoga menjadi berkah bagi semua yang telah berkurban,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, YIBS menunjukkan bahwa semangat Idul Adha bukan hanya tentang penyembelihan hewan kurban, tetapi juga tentang bagaimana menghadirkan kebahagiaan, memperkuat persaudaraan, dan membangun kepedulian sosial yang nyata di tengah masyarakat.
Di tengah kehidupan yang semakin individualistis, kegiatan yang melibatkan santri tunanetra, relawan, donatur, dan berbagai lembaga ini menjadi pengingat bahwa nilai kebersamaan dan gotong royong masih tumbuh kuat. Dari Solo, pesan kemanusiaan itu kembali bergema: berbagi tidak pernah melihat keterbatasan, dan kebaikan selalu menemukan jalannya untuk sampai kepada mereka yang membutuhkan. Aris Arianto
