SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Pinsar Petelur Nasional (PPN) mendorong pemerintah optimalisasi penyerapan produksi telur lokal. Hal itu diharapkan terealisasi seiring dengan adanya program nasional makan bergizi gratis (MBG).
Presidium Pinsar Petelur Nasional Yudianto Yosgiarso mengatakan PPN telah mewujudkan swasembada telur. Kondisi tersebut diwujudkan dengan tingkat produksi mencapai 18.000 ton atau sekitar 280 juta butir setiap harinya. Namun hal itu tidak diikuti dengan serapan produksi yang maksimal.
”Kita sudah swasembada, produksi melimpah, tapi serapannya rendah, ditambah daya beli masyarakat yang sedang jatuh. Akibatnya telur menumpuk, harganya terpuruk hancur lebur,” ujarnya usai Rembuk Nasional PPN, Sabtu (2/4/2026), di Solo.
Menurutnya, kondisi peternak saat ini seperti dikhianati keadaan. Pasalnya, saat peternak berhasil memenuhi kebutuhan protein nasional, harga telur di tingkat kandang justru anjlok dari Rp 26.500 menjadi hanya Rp 21.000 per kilogram.
”MBG (Makan Bergizi Gratis) yang kami andalkan, MBG yang kami harapkan, ternyata penyerapannya pun terjadi pengurangan. Sehingga saat ini kondisi yang kami alami di lapangan, harga telur langsung anjlok ke titik 21.000. Kondisi ini bukan kondisi yang nyaman karena pakan naik dua kali, lebih kurang 400 rupiah, pakan jadi juga 400 rupiah,” imbuh Yudi.
Ditambahkan Pengurus PINSAR, Suwardi, penurunan serapan telur lewat MBG terjadi beberapa waktu terakhir dimana per Minggu menu telur MBG hanya dijadwalkan sekali hingga dua kali seminggu. Anak bosan dengan telur dinilai sebagai alasan tidak masuk akal.
”Ada keluhan katanya anak SD kalau diberi telur 3-4 hari berturut-turut bosan. Ini tidak boleh terjadi. Tujuan program ini kan untuk gizi anak-anak menuju Indonesia Emas, sekaligus menyerap produksi peternak. Kalau guru-gurunya saja tidak bertanggung jawab membiarkan telur tidak dimakan, ya serapan pasti rendah,” ungkapnya.
Untuk itu, pihaknya terus mendorong pemerintah agar memaksimalkan penyerapan produksi telur lokal. Selain melalui MBG, penyerapan telur juga dapat dilakukan melalui program pemerintah lainnya seperti pengentasan angka stunting.
”Pemerintah berharap untuk menjaga ketahanan pangan, stok telur dan meningkatkan potensi kebutuhan untuk protein anak-anak, yang paling mudah adalah telur. Paling mudah harganya juga murah, kan seperti itu. Ada sedikit daerah-daerah terpencil yang di situ memang distribusinya susah, itu kita maklumi,” bebernya. *
