Site icon JOGLOSEMAR NEWS

Rupiah Terjerembab ke Rp 17.834 per Dolar AS, Jadi Mata Uang Asia dengan Pelemahan Terdalam

Ilustrasi nilai tukar rupiah | freepik

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Tekanan terhadap nilai tukar rupiah belum juga mereda. Di tengah mayoritas mata uang Asia yang justru bergerak menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS), rupiah kembali terjerembab hingga menembus level Rp 17.800 per dolar AS pada perdagangan Rabu (7/5/2026) pagi.

Kondisi ini memperlihatkan rapuhnya posisi rupiah di tengah sentimen global yang masih dibayangi penguatan dolar AS. Bahkan, mata uang Indonesia tercatat menjadi yang paling tertekan di kawasan Asia pada awal perdagangan hari ini.

Berdasarkan data perdagangan hingga pukul 09.04 WIB, rupiah dibuka melemah ke posisi Rp 17.834 per dolar AS. Angka tersebut turun sekitar 0,21 persen dibanding penutupan sebelumnya yang berada di level Rp 17.796 per dolar AS.

Tak hanya gagal keluar dari tekanan, pelemahan rupiah juga berlawanan arah dengan mayoritas mata uang Asia lainnya yang justru bergerak di zona hijau.

Di kawasan Asia, hanya peso Filipina yang ikut melemah bersama rupiah, itupun dengan penurunan yang jauh lebih tipis yakni sekitar 0,03 persen terhadap dolar AS.

Sebaliknya, won Korea Selatan memimpin penguatan mata uang Asia setelah melonjak sekitar 0,27 persen. Posisi berikutnya ditempati baht Thailand yang menguat 0,19 persen.

Selain itu, dolar Taiwan juga mengalami apresiasi sekitar 0,11 persen. Yuan China dan dolar Singapura sama-sama naik 0,05 persen, sementara ringgit Malaysia menguat 0,04 persen. Adapun yen Jepang dan dolar Hong Kong turut bergerak positif meski hanya naik tipis sekitar 0,01 persen.

Pergerakan ini memperlihatkan bahwa tekanan terhadap rupiah tidak hanya dipengaruhi faktor eksternal, tetapi juga mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap kondisi domestik yang dinilai belum cukup kuat menopang stabilitas mata uang nasional. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

Exit mobile version