YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kawasan sekitar Stadion Mandala Krida, Kota Yogyakarta, kembali tercoreng oleh aksi keributan antar pelajar. Lokasi yang sebelumnya sempat menjadi arena bentrokan, kini kembali memanas pada Rabu (20/5/2026) siang. Fenomena berulang itu memunculkan pertanyaan soal efektivitas pengawasan dan pembinaan terhadap pelajar di Kota Pelajar tersebut.
Kericuhan terjadi di Jalan Andong, tak jauh dari kawasan stadion. Informasi yang dihimpun menyebutkan, sekelompok pelajar dengan seragam penuh coretan melintas sambil berteriak-teriak dan melakukan aksi provokasi.
Situasi memanas ketika rombongan pelajar tersebut bergerak menuju depan sebuah SMK swasta di kawasan Jalan Andong. Ketegangan pun pecah hingga memicu bentrokan antarkelompok.
Tak hanya adu mulut, sejumlah pelajar bahkan disebut sempat menyalakan dan menembakkan kembang api ke arah kelompok lain.
Kasihumas Polresta Yogyakarta, Iptu Dani Hasan, membenarkan adanya kejadian tersebut. Polisi langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan warga.
“Kejadian pukul 10.40 WIB, Kapolsek mendatangi TKP bahwa benar sekolompok pelajar ada yang menyalakan kembang api,” kata Dani saat dikonfirmasi, Rabu siang.
Berdasarkan keterangan saksi, kelompok pelajar yang diduga memicu keributan berjumlah sekitar 10 orang. Mereka datang dengan lima sepeda motor dan sebagian berboncengan.
Saat melintas di Jalan Andong, kelompok tersebut disebut melakukan aksi provokasi dengan membunyikan klakson, berteriak, hingga menyalakan kembang api.
“Mendengar suara tersebut para siswa SMK yang berada di Jalan Andong berlari keluar, kemudian sekelompok pelajar yang melakukan provokasi tersebut kabur meninggalkan lokasi. Dalam kejadian tersebut tidak ada korban,” terang dia.
Peristiwa ini menambah daftar panjang keributan pelajar di kawasan Mandala Krida. Sebelumnya, bentrokan serupa juga terjadi di lokasi yang sama pada Selasa (5/5/2026) siang.
Kala itu, aksi saling provokasi berujung kontak fisik antar pelajar hingga membuat polisi mengamankan sejumlah siswa. [*] Disarikan dari sumber berita media daring
