Beranda Umum Nasional TMPI Resmi Diluncurkan! Profesional Muda Bikin Mesin Baru Pengawal Kebijakan RI

TMPI Resmi Diluncurkan! Profesional Muda Bikin Mesin Baru Pengawal Kebijakan RI

Kebijakan publik
Soft launching TMPI yang digelar di Hotel Dharmawangsa pada 11 Mei 2026. Dok. TMPI

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Panggung kebijakan publik Indonesia kedatangan pemain baru yang langsung bikin perhatian banyak pihak tertuju. The Merah Putih Initiative (TMPI) resmi diluncurkan sebagai institusi non-pemerintah yang dibangun para profesional muda dengan misi besar: membongkar kelemahan kebijakan publik sekaligus memastikan program pemerintah benar-benar jalan di lapangan, bukan cuma berhenti jadi dokumen.

Dalam rilis yang diterima JOGLOSEMARNEWS.COM , Rabu (14/6/2026), Soft launching TMPI yang digelar di Hotel Dharmawangsa pada 11 Mei 2026 dihadiri sejumlah tokoh penting nasional. Mulai dari Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Hafid, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos, hingga Managing Director Global Relations and Governance Danantara, Mohamad Al-Arief.

TMPI hadir membawa pendekatan independen, kritis, inklusif, namun tetap kolaboratif dalam mengawal kebijakan publik nasional. Organisasi ini dibentuk untuk menjawab persoalan klasik Indonesia: banyak kebijakan punya tujuan bagus, tetapi sering macet di eksekusi, komunikasi, hingga hilangnya kepercayaan publik.

CEO The Merah Putih Initiative, Alfi Naufida Ulinnuha, menegaskan TMPI bukan sekadar ruang diskusi elite atau tempat bikin kajian akademik yang berakhir di rak arsip.

TMPI adalah institusi non-pemerintah yang independen dan inklusif. Kami memosisikan diri sebagai development and intellectual partner bagi pemerintah, baik di tingkat nasional maupun daerah, melalui tiga pilar utama: District Labs, Policy Labs, dan Impact Investment Labs,” terang Alfi Naufida Ulinnuha saat soft launching di Hotel Dharmawangsa.

Lewat tiga pilar utama itu, TMPI akan bekerja dari hulu sampai hilir kebijakan. District Labs difokuskan untuk menguji sekaligus menjalankan kebijakan langsung di level kabupaten dan kota. Policy Labs menjadi dapur riset dan desain kebijakan nasional. Sedangkan Impact Investment Labs diarahkan untuk membuka dukungan pendanaan berbasis dampak sosial di sektor-sektor strategis Indonesia.

Baca Juga :  ICW Curigai Akal-akalan Tender Sertifikasi Halal MBG, Ini Komentara Kepala BGN

Alfi menegaskan pihaknya ingin menghadirkan standar baru dalam implementasi kebijakan publik di Indonesia yang lebih terukur, scalable, dan benar-benar terasa dampaknya bagi masyarakat.

“Tujuan kami adalah memperkuat policy design, kolaborasi lintas stakeholder, dan eksekusi berbasis evidence agar kebijakan berjalan lebih efektif dan tepat sasaran. Outcome yang ingin dicapai adalah terciptanya benchmark baru dalam implementasi kebijakan Indonesia yang berkelanjutan, scalable, dan berdampak nyata,” lanjutnya.

TMPI sendiri langsung bergerak di tujuh sektor panas yang dinilai jadi penentu masa depan Indonesia.

✓ Kesehatan dan nutrisi
✓ Pendidikan
✓ Ketahanan pangan
✓ AI, energi, dan keberlanjutan
✓ Modal manusia
✓ Geopolitik
✓ Inklusi ekonomi

Ketujuh sektor itu dipilih karena dianggap paling berkaitan dengan tantangan besar Indonesia saat ini, mulai dari kualitas layanan publik, kesiapan tenaga kerja, transformasi digital, hingga akses ekonomi masyarakat.

Di momen peluncuran TMPI, Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Hafid, ikut bicara soal pentingnya kolaborasi lintas sektor di era digital yang makin agresif berkembang.

“Melalui The Merah Putih Initiative, kolaborasi lintas sektor terus didorong untuk memperkuat ruang digital Indonesia yang terhubung, tumbuh, dan terjaga. Mulai dari perlindungan anak di ruang digital, penguatan literasi digital, hingga tata kelola AI yang etis dan bertanggung jawab. Masa depan digital Indonesia tidak bisa dibangun sendirian. Dibutuhkan kolaborasi, kepercayaan, dan keberanian untuk memastikan teknologi benar-benar membawa manfaat bagi semua,” kata Meutya.

Sementara itu, Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, menilai masalah terbesar kebijakan di daerah bukan lagi soal ide, tetapi bagaimana implementasinya bisa benar-benar menyentuh rakyat.

“Pertumbuhan ekonomi yang tinggi harus diikuti pemerataan yang nyata bagi masyarakat. Karena itu pemerintah daerah perlu fokus pada konektivitas, pendidikan, dan program-program yang benar-benar menjawab kebutuhan rakyat. Saya melihat ruang kolaborasi seperti TMPI penting untuk membantu memastikan kebijakan tidak berhenti di atas kertas, tetapi bisa dieksekusi dan berdampak langsung di lapangan,” ujar Sherly.

Baca Juga :  Pemerintah Pertimbangkan Penagihan Royalti Musik Lewat Satu Atap

Dukungan juga datang dari Danantara. Managing Director Global Relations and Governance Danantara, Mohamad Al-Arief, membuka peluang kerja sama strategis dengan TMPI, terutama dalam pengembangan talenta dan penguatan think tank kebijakan.

“Manajemen talenta mungkin suatu hal yang bisa kita kerjasamakan juga ya. Kedua, we have our own think tank juga di dalam (Danantara), and we keep on partnering or interlocking with others yang mengetahui bidang secara spesifik,” tukas Al-Arief.

Tak berhenti di peluncuran institusi, TMPI juga langsung menggeber program unggulannya bertajuk Policy Talk Series yang bakal digelar rutin. Forum ini akan membedah kebijakan publik era Presiden Prabowo Subianto dari level global, nasional, hingga daerah.

TMPI berharap bisa menjadi model baru kolaborasi kebijakan di Indonesia dengan mempertemukan profesional muda, pemerintah, swasta, akademisi, komunitas, hingga investor dampak dalam satu ekosistem kerja nyata.

Peluncuran TMPI kini menjadi sinyal munculnya kekuatan baru di dunia kebijakan publik Indonesia. Saat banyak program pemerintah dinilai mandek di implementasi, TMPI mencoba hadir sebagai “mesin pengawal” agar kebijakan benar-benar hidup dan bekerja untuk masyarakat. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.