Site icon JOGLOSEMAR NEWS

Usai Manahan, Jagat Maya Solo Kembali Dihebohkan Video Dugaan Aksi Tak Senonoh di Taman Banjarsari, Walkot Respati Angkat Bicara

Publik Kota Solo kembali dihebohkan dengan beredarnya video dugaan tindakan tidak senonoh di fasilitas publik. Belum reda sorotan netizen terkait aksi serupa di Plaza GOR Indoor Manahan beberapa waktu lalu, kini jagat media sosial kembali gempar oleh rekaman sepasang muda-mudi yang nekat berbuat tak pantas di Taman Banjarsari, Solo. Istimewa

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Publik Kota Solo kembali dihebohkan dengan beredarnya video dugaan tindakan tidak senonoh di fasilitas publik. Belum reda sorotan netizen terkait aksi serupa di Plaza GOR Indoor Manahan beberapa waktu lalu, kini jagat media sosial kembali gempar oleh rekaman sepasang muda-mudi yang nekat berbuat tak pantas di Taman Banjarsari, Solo.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, video tersebut viral setelah diunggah oleh sejumlah akun media sosial lokal, salah satunya akun infocegatansolo.fb. Dalam unggahan tersebut, terdapat narasi menggelitik sekaligus keprihatinan dari netizen, “Info min, pindah lokasi Taman Banjarsari ora neng Taman Manahan meneh. Tidak untuk Ditiru.”

Kemudian terdapat keterangan “Meresahkan! Fasilitas Publik Disalahgunakan Kemarin Taman Manahan, sekarang Taman Banjarsari kembali menjadi sorotan.

Malam ini Jumat (15/05/2026) sekitar pukul 19.00 WIB, terpantau sepasang muda-mudi melakukan tindakan tidak pantas di area taman.

Perilaku tersebut dinilai meresahkan masyarakat, mengingat taman merupakan fasilitas umum yang seharusnya digunakan untuk kegiatan positif dan ramah keluarga.

Diharapkan kepada pihak terkait, khususnya Satpol PP, untuk segera melakukan penertiban agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Kepala Satpol PP Kota Solo, Didik Anggono, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa kejadian tersebut luput dari patroli Satpol PP.

“Kalau memang amannya dijaga. Tapi kan ya enggak semua tempat kuat kita jaga karena juga lihat prioritas ya. Mungkin lebih tepatnya adalah yang pertama kami intensifkan di taman-taman dengan patroli yang ada dan satelit yang kita miliki,” ungkapnya Sabtu, (16/05/2026).

Meski demikian, Didik menyarankan bahwa idealnya di taman ada satu lampu penerangan dan juga cctv.

“Kalau tidak ada petugas ya idealnya ada cctv di taman. Mungkin bisa juga di masing-masing kelurahan. Tapi itu kan butuh effort dan anggaran yang gede ya. Jadi spot-spot tertentu yang menjadi pengawasan prioritas itu tidak kecolongan seperti ini,” terangnya.

Dilain pihak, Walikota Solo, Respati Ardi berkomitmen untuk menambahkan pengawasan di fasilitas-fasilitas publik.

“Intinya hal-hal asusila yang terjadi di belakangan ini kurang baik. Kita ingin mengajak masyarakat untuk saling pengawasan, saling mengawasi dan kita akan menambahkan seperti pengamanan CCTV dan lampu penerangan,” terangnya.

Respati menegaskan bahwa pihaknya akan menyelesaikan permasalahan tersebut di tahun ini supaya benar-benar tidak terjadi lagi hal-hal yang serupa.

“Kemudian saya mohon warga dan pengawasan orang tua ini terkait hal-hal seperti ini ditingkatkan. Kita tegakkan perda tata tertib Linmas dan hari ini Satpol bekerja terus untuk supaya tidak terjadi hal serupa,” tandasnya. Ando

Exit mobile version