Beranda Daerah Wonogiri Dituntut Dicopot, Camat Selogiri Fredy Sasono: Saya Prajurit

Dituntut Dicopot, Camat Selogiri Fredy Sasono: Saya Prajurit

Camat Giritontro Fredy Sasono. JSnews. Aris Arianto

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Gelombang tuntutan pencopotan Camat Selogiri, Fredy Sasono, terus menjadi perbincangan hangat di Kabupaten Wonogiri. Di tengah derasnya desakan dari para perangkat desa yang meminta dirinya dicopot dari jabatan, Fredy Sasono akhirnya memberikan tanggapan terkait polemik yang sedang mengguncang Kecamatan Selogiri.

Saat ditemui awak media pada Jumat (5/6/2026), Fredy Sasono memilih memberikan respons singkat namun sarat makna. Di tengah tuntutan yang mengarah pada pencopotannya, ia menegaskan seluruh keputusan berada di tangan pimpinan daerah.

“Saya serahkan ke pimpinan,” ujarnya singkat.

Pernyataan itu langsung memantik perhatian publik. Pasalnya, tuntutan terhadap dirinya saat ini tengah menjadi isu yang ramai dibahas setelah perangkat desa se-Kecamatan Selogiri secara terbuka menyuarakan aspirasi kepada Pemerintah Kabupaten Wonogiri.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan dirinya dicopot dari kursi Camat Selogiri atau dipindahkan ke jabatan lain, Fredy Sasono kembali menunjukkan sikap yang tenang. Ia mengibaratkan dirinya sebagai seorang prajurit yang harus siap menjalankan apa pun keputusan atasan.

“Namanya prajurit ya siap,” tandas dia.

Kalimat singkat tersebut langsung menjadi atensi. Di tengah tekanan yang datang dari berbagai arah, Fredy Sasono memilih menyerahkan seluruh proses kepada mekanisme pemerintahan dan keputusan pimpinan daerah.

Sebelumnya, ratusan perangkat desa yang tergabung dalam Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kecamatan Selogiri mendatangi kompleks Sekretariat Daerah Kabupaten Wonogiri untuk menyampaikan aspirasi secara langsung. Mereka meminta Pemerintah Kabupaten Wonogiri segera mengambil langkah terkait kepemimpinan di Kecamatan Selogiri.

Dalam audiensi yang diterima Sekretaris Daerah Wonogiri FX Pranata bersama sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), berbagai keluhan disampaikan secara terbuka.

Baca Juga :  Camat Selogiri Digoyang Protes! Perangkat Desa Minta Fredy Sasono Dicopot dari Jabatannya

Para perangkat desa mengaku hubungan kerja yang selama ini terjalin dengan Camat Selogiri sudah tidak berjalan harmonis. Mereka menyebut terdapat sejumlah kejadian yang menimbulkan ketidaknyamanan dalam menjalankan tugas pemerintahan desa.

Beberapa perangkat desa mengungkap adanya ucapan yang dianggap merendahkan, tindakan yang dinilai mempermalukan bawahan di depan umum, hingga berbagai komentar yang disebut berdampak pada psikologis aparatur desa.

Salah satu peristiwa yang ikut disorot adalah saat pelaksanaan upacara bendera. Dalam forum audiensi disebutkan adanya petugas upacara yang mendapatkan hukuman meskipun bukan pihak yang dianggap melakukan kesalahan. Peristiwa tersebut dinilai menimbulkan rasa kecewa dan menjadi salah satu pemicu munculnya keresahan di kalangan perangkat desa.

Tak hanya itu, sejumlah program pembangunan desa juga disebut kerap mendapat tanggapan negatif. Perangkat desa mengaku beberapa program yang telah mereka susun dan jalankan justru memperoleh komentar yang membuat semangat kerja menurun.

Keluhan lain berkaitan dengan dugaan kebiasaan membicarakan kekurangan perangkat desa kepada pihak lain. Menurut mereka, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kesalahpahaman serta mengganggu hubungan antardesa maupun hubungan dengan pihak kecamatan.

Persoalan lain yang ikut mengemuka adalah kegiatan lintas sektor atau linsek. Sejumlah perangkat desa menyebut adanya arahan agar kegiatan tersebut mendapat dukungan menggunakan anggaran desa, sementara menurut mereka tidak tersedia alokasi anggaran khusus untuk kebutuhan tersebut.

Festival Bothok yang sempat digelar dalam rangka memperingati Hari Kartini juga ikut menjadi bahan pembahasan. Beberapa perangkat desa mempertanyakan pembiayaan kegiatan tersebut karena mereka menilai beban anggaran akhirnya ditanggung desa.

Baca Juga :  Tangis Pecah di SDN 1 Pokoh Kidul! Orang Tua dan Siswa Saling Berpelukan, Momen Perpisahan Ini Bikin Hati Meleleh

Menariknya, perangkat desa mengklaim tuntutan pergantian Camat Selogiri tidak hanya datang dari kalangan aparatur desa. Mereka menyebut terdapat dukungan dari sebagian masyarakat yang menginginkan suasana pemerintahan yang lebih kondusif dan harmonis ke depan.

Sebagai tindak lanjut, perangkat desa meminta Pemerintah Kabupaten Wonogiri segera mengambil keputusan. Mereka berharap aspirasi yang telah disampaikan tidak berhenti pada audiensi semata, tetapi dapat menghasilkan langkah nyata yang memberikan kepastian bagi seluruh pihak.

Bahkan selama proses kajian berlangsung, mereka juga meminta agar Camat Selogiri untuk sementara waktu tidak melakukan kunjungan ke desa-desa di wilayah Kecamatan Selogiri guna menjaga stabilitas situasi dan menghindari potensi gesekan di lapangan.

Menanggapi tuntutan tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Wonogiri, FX Pranata, memastikan seluruh aspirasi yang disampaikan telah diterima pemerintah daerah. Menurutnya, semua masukan akan dipelajari dan dikaji secara menyeluruh sebelum disampaikan kepada Bupati Wonogiri sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan.

“Pemerintah Kabupaten menerima seluruh aspirasi yang disampaikan. Selanjutnya akan dilakukan kajian dan hasilnya akan menjadi rekomendasi kepada Bupati Wonogiri,” ujarnya. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.