SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Upaya memperkuat branding Kampung Kauman sebagai destinasi wisata kuliner halal terus dilakukan. Salah satunya melalui pelatihan fotografi, videografi dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) Google Gemini yang digelar Research Group Desain Media Program Studi D-4 Desain Media Digital Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret (UNS).
Kegiatan bertajuk “Optimalisasi Bisnis Kuliner UMKM Kampung Wisata Batik Kauman melalui Pelatihan Foto, Video dan Google Gemini untuk Destination Branding Kampung Kuliner Halal” itu digelar di WESJA Indonesia, Kauman, Selasa (2/6/2026). Sebanyak 30 pelaku UMKM kuliner yang tergabung dalam Pasar KELEMAN (Kuliner Enak Halal Kauman) dan warga Kauman mengikuti pelatihan yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 16.00 WIB.
Kauman merupakan salah satu kampung tertua di pusat Kota Solo yang berada di kawasan dekat Keraton Kasunanan Surakarta. Selain dikenal sebagai sentra batik dan kawasan religius, Kauman juga memiliki kekayaan kuliner tradisional yang diwariskan secara turun-temurun.
Pengembangan Kauman sebagai Kampung Kuliner Halal diarahkan untuk menonjolkan keaslian kuliner khas Solo dengan jaminan halal, dipadukan dengan wisata budaya, wisata religi, workshop kuliner, hingga bazar produk lokal. Dengan dukungan pemasaran digital dan keterlibatan aktif para pelaku UMKM, kawasan ini dinilai memiliki potensi besar menjadi destinasi gastronomi halal yang autentik dan berkelanjutan.
Sejak diresmikan sebagai Kampung Kuliner Halal oleh Pemerintah Kota Surakarta bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) pada 28 Juli 2022, berbagai upaya pengembangan terus dilakukan. Salah satu agenda rutin yang masih berjalan hingga kini adalah Pasar KELEMAN yang digelar setiap Sabtu pagi pukul 07.00 hingga 10.00 WIB.
Namun demikian, promosi digital produk kuliner para pelaku UMKM dinilai masih belum optimal. Sebagian besar pelaku usaha masih berfokus pada proses produksi dan belum memanfaatkan secara maksimal media sosial maupun platform digital untuk memasarkan produknya.
Berangkat dari kondisi tersebut, Research Group Desain Media Program Studi D-4 Desain Media Digital Sekolah Vokasi UNS menginisiasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada peningkatan kemampuan promosi digital UMKM melalui pelatihan fotografi produk, videografi dan pemanfaatan Google Gemini.
Tim pengabdian dipimpin oleh Hermansyah Muttaqin, S.Sn., M.Sn. bersama Ibnu Kuncorobroto, S.Sn., M.I.Kom., dan Sigied Himawan Yudhanto, S.Sn., M.Sn., serta melibatkan mahasiswa Program Studi D-4 Desain Media Digital dan D-3 Desain Komunikasi Visual Sekolah Vokasi UNS.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Paguyuban Kampung Wisata Batik Kauman Gunawan Setiawan, Sekretaris Paguyuban Agus Abdul Mukhid, Ketua Industri Kecil dan Menengah Paguyuban Kampung Wisata Batik Kauman Muhammad Soim, Ketua Koperasi Syarikat Dagang Kauman Muhammad Yuli, serta Lurah Kauman Indrijanto Agoes Noegroho, S.H., M.M.
Pada sesi pertama, praktisi fotografer dan videografer Muhammad Daffa Al Fayyadh, A.Md.Ds., memberikan materi mengenai fotografi produk. Ia menjelaskan bahwa fotografi produk merupakan penerapan teknik fotografi untuk menghasilkan gambar yang mampu mendukung promosi sebuah produk.
Menurut Daffa, foto produk memiliki peran penting karena menjadi sarana untuk memperkenalkan karakter dan keunggulan produk kepada calon konsumen. Dalam konteks kuliner, foto yang menarik mampu menggugah selera, menarik perhatian pengguna media sosial, meningkatkan minat beli, sekaligus membangun citra profesional sebuah usaha.
“Pembeli pada dasarnya makan lewat mata. Karena itu foto makanan yang menarik sangat menentukan keberhasilan promosi,” ujarnya.
Ia menjelaskan beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam fotografi makanan, mulai dari pencahayaan, latar belakang, kebersihan produk, detail makanan hingga sudut pengambilan gambar.
Daffa juga menepis anggapan bahwa fotografi produk membutuhkan peralatan mahal. Menurutnya, pelaku UMKM dapat menghasilkan foto yang baik hanya dengan memanfaatkan telepon genggam, cahaya alami, lampu sederhana, meja dekat jendela, serta latar belakang yang bersih dan sederhana.
Pada sesi berikutnya, Daffa memberikan materi videografi produk. Ia menjelaskan bahwa video memiliki peran penting dalam pemasaran digital karena mampu menampilkan ukuran, tekstur dan fungsi produk secara lebih nyata dibandingkan foto.
Menurutnya, video produk dapat meningkatkan keterlibatan pengguna di berbagai platform digital seperti TikTok, Instagram Reels maupun Shopee Video, sekaligus meningkatkan kepercayaan calon pembeli terhadap produk yang ditawarkan.
“Video produk menjadi pengganti pengalaman nyata bagi calon pembeli yang tidak bisa melihat barang secara langsung,” katanya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta juga mendapatkan materi mengenai teknik dasar videografi produk, meliputi pencahayaan, stabilitas kamera, pergerakan kamera, fokus produk hingga pemilihan sudut pengambilan gambar yang tepat.
Daffa menyarankan pelaku UMKM membuat video yang singkat namun informatif, fokus pada detail makanan, memanfaatkan cahaya alami, menghindari penggunaan efek berlebihan serta mengambil beberapa variasi sudut gambar.
“Kunci keberhasilan pemasaran melalui internet adalah dengan bahasa gambar, baik foto maupun video,” tegasnya.
Sementara itu pada sesi ketiga, dosen Program Studi D-4 Desain Media Digital Sekolah Vokasi UNS, Sigied Himawan Yudhanto, S.Sn., M.Sn., memperkenalkan pemanfaatan Google Gemini sebagai alat bantu berbasis kecerdasan buatan untuk mendukung pemasaran digital UMKM.
Ia menjelaskan bahwa banyak pelaku UMKM menghadapi tantangan dalam menciptakan konten secara konsisten karena keterbatasan waktu, ide, sumber daya manusia dan tingginya persaingan di media sosial.
Menurut Sigied, Google Gemini dapat membantu pelaku UMKM menghasilkan ide konten, membuat caption Instagram, menyusun naskah video pendek, membuat kalender konten hingga menyusun strategi promosi secara lebih cepat dan efektif.
“Google Gemini tidak akan menggantikan pelaku usaha. Teknologi ini justru membantu UMKM bekerja lebih cepat, kreatif dan produktif,” ujarnya.
Dalam sesi praktik, para peserta langsung mencoba membuat akun Google Gemini, memotret dan merekam video produk kuliner, menyusun prompt yang efektif, membuat caption promosi, menulis naskah video pendek, menyusun ide konten selama satu minggu hingga mempublikasikan konten ke media sosial.
Sigied menegaskan bahwa keberhasilan promosi digital tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga kemampuan pelaku usaha dalam membangun cerita dan pengalaman yang menarik bagi konsumen.
“Foto yang baik, video yang menarik dan penggunaan Google Gemini yang tepat akan menghasilkan konten yang mampu meningkatkan penjualan. Jangan hanya menjual produk, tetapi bangun storytelling dan pengalaman Kampung Kuliner Halal melalui konten digital,” pesannya, sebagaimana dikutip dalam rilis ke Joglosemarnews.
Ketua kegiatan pengabdian masyarakat, Hermansyah Muttaqin, S.Sn., M.Sn., berharap pelatihan tersebut mampu meningkatkan kemampuan promosi digital para pelaku UMKM kuliner di Kauman.
“Selama ini para pelaku UMKM lebih banyak berkonsentrasi pada proses produksi makanan dan belum memiliki cukup waktu untuk mempelajari teknik fotografi, videografi maupun pemanfaatan aplikasi berbasis AI. Harapannya setelah pelatihan ini mereka mampu mempromosikan produknya secara lebih menarik dan menjual melalui media sosial dengan memadukan teknik foto, video dan Google Gemini sehingga promosi yang dilakukan menjadi lebih powerful dan tepat sasaran,” ungkapnya.
Catatan redaksi: Untuk gaya JOGLOSEMARNEWS.COM , saya sengaja mengubah bagian yang masih berbentuk poin-poin materi pelatihan menjadi narasi berita, memperkuat transisi antarparagraf, serta menempatkan kutipan pada bagian yang paling relevan agar alur berita lebih mengalir dan enak dibaca. [*]
