Site icon JOGLOSEMAR NEWS

Drama SPMB 2026 Dimulai! Data Dapodik Tak Sinkron, Orang Tua Murid Kelimpungan

Pelajar

Ilustrasi pelajar SMP. Istimewa

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA dan SMK Tahun Ajaran 2026/2027 di Jawa Tengah ternyata belum berjalan mulus. Di tengah antusiasme ribuan calon peserta didik yang mulai bersiap melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, berbagai kendala teknis justru bermunculan dan membuat sebagian orang tua murid harus bekerja ekstra.

Sejumlah wali murid mengaku mengalami hambatan saat mencoba membuat akun SPMB yang menjadi pintu utama untuk mengikuti proses pendaftaran sekolah negeri di Jawa Tengah. Masalah yang muncul pun beragam, mulai dari ketidaksesuaian data alamat, Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) yang tidak terbaca sistem, hingga berkas verifikasi yang belum terdeteksi lengkap.

Salah satu wali murid terpaksa mendatangi posko layanan SPMB untuk mencari kepastian terkait data anaknya yang tidak sesuai antara sistem SPMB dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Ketidaksamaan data tersebut membuat proses pembuatan akun tidak dapat dilanjutkan meskipun seluruh dokumen telah dipersiapkan jauh-jauh hari.

Masalah bermula ketika data alamat yang tercatat di Dapodik berbeda dengan yang muncul dalam sistem SPMB Jawa Tengah. Padahal sebelumnya pihak sekolah sudah melakukan pembaruan data sesuai kondisi terbaru. Namun perubahan tersebut ternyata belum ikut terbaca ketika sistem melakukan sinkronisasi data.

Kondisi ini diduga terjadi karena adanya perbedaan waktu antara pembaruan data di sekolah dengan jadwal penarikan data yang digunakan sistem SPMB. Akibatnya, data lama masih muncul dan menyebabkan calon peserta didik kesulitan melanjutkan proses registrasi.

Tidak hanya persoalan alamat, sejumlah dokumen pendukung yang masih dalam tahap verifikasi juga menjadi penyebab akun belum dapat dibuat. Salah satunya berkaitan dengan hasil Tes Kompetensi Akademik (TKA) yang menjadi bagian dari persyaratan administrasi.

Situasi serupa juga dialami wali murid lainnya. Bedanya, kendala yang dihadapi berkaitan dengan Nomor Induk Siswa Nasional atau NISN yang tidak muncul dalam sistem. Akibatnya, identitas siswa tidak dapat diverifikasi secara otomatis sehingga proses pendaftaran terhambat.

Kasus ini banyak dialami oleh siswa yang sebelumnya bersekolah di luar wilayah Jawa Tengah. Sistem yang digunakan saat ini dinilai masih lebih mudah mengenali data peserta didik yang berasal dari sekolah-sekolah di dalam provinsi, sementara data dari luar daerah membutuhkan penanganan tambahan.

Bagi orang tua, kondisi tersebut cukup menyita waktu dan tenaga karena harus melakukan pengecekan berulang kali. Mereka berharap ke depan sistem penerimaan murid baru dapat terhubung secara nasional sehingga seluruh data siswa Indonesia dapat diakses secara otomatis tanpa perlu proses input maupun verifikasi manual yang berulang.

Dengan sistem yang terintegrasi secara nasional, siswa yang berpindah daerah, lulusan dari luar provinsi, maupun peserta didik dengan riwayat pendidikan lintas wilayah akan lebih mudah mengikuti proses pendaftaran sekolah tanpa khawatir terkendala masalah administrasi.

Di sisi lain, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah memastikan berbagai layanan bantuan telah disiapkan untuk membantu masyarakat menghadapi kendala selama tahapan SPMB berlangsung. Sejumlah posko layanan dibuka di berbagai daerah guna memberikan pendampingan langsung kepada calon peserta didik maupun orang tua.

Pelaksana Tugas Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Sunarto, menjelaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik apabila menemukan kendala saat proses pendaftaran. Selain layanan tatap muka, Disdik Jateng juga menyediakan berbagai kanal konsultasi dan pengaduan yang dapat diakses dengan mudah.

✓ Posko layanan SPMB di berbagai wilayah

✓ Call center resmi untuk konsultasi

✓ Layanan WhatsApp pengaduan

✓ Helpdesk online untuk pendampingan teknis

✓ Pendampingan verifikasi data peserta didik

Menurutnya, setiap laporan yang masuk akan segera ditindaklanjuti bersama pihak terkait agar permasalahan dapat diselesaikan secepat mungkin. Langkah tersebut dilakukan supaya seluruh tahapan SPMB 2026 berjalan lancar dan seluruh calon peserta didik memperoleh kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan ke sekolah tujuan.

Dengan jumlah pendaftar yang mencapai ribuan siswa setiap tahunnya, keandalan sistem digital menjadi faktor penting dalam menentukan kelancaran proses penerimaan murid baru. Karena itu, berbagai kendala yang muncul pada tahap awal ini diharapkan dapat segera diatasi sehingga calon siswa dan orang tua tidak lagi dibuat bingung oleh persoalan data yang seharusnya sudah tersinkronisasi dengan baik. Aris Arianto

Exit mobile version