Site icon JOGLOSEMAR NEWS

FMIPA UNS Dorong Pemanfaatan TOGA Jadi Produk Herbal Bernilai Ekonomi di Mojosongo

Tim Pengabdian kepada Masyarakat Hibah Group Research (PKM HGR) FMIPA UNS bidang Natural Product Pharmacy berfoto bersama warga Dusun Tawangsari, Mojosongo, Surakarta, usai pelatihan pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) melalui teknik kokedama dan pembuatan roll-on aromaterapi herbal | Istimewa

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM Tim Pengabdian kepada Masyarakat Hibah Group Research (PKM HGR) FMIPA Universitas Sebelas Maret (UNS) mendorong pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) agar tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian masyarakat bertema Pemberdayaan Masyarakat melalui Optimalisasi Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai Produk Herbal Bernilai Guna yang digelar di Dukuhan Kendal, Dusun Tawangsari, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, Sabtu (6/6/2026).

Peserta pelatihan menunjukkan hasil praktik pengolahan bahan herbal dalam program pengabdian masyarakat FMIPA UNS. Selain menambah pengetahuan kesehatan, kegiatan tersebut juga membuka wawasan mengenai peluang pengembangan produk berbasis potensi lokal | Istimewa

Kegiatan yang melibatkan sekitar 50 warga, terutama ibu-ibu PKK dan masyarakat setempat itu diprakarsai oleh tim PKM HGR FMIPA UNS yang terdiri atas Dr. apt. Dinar Sari, Dr. apt. Nestri Handayani, apt, Fitrawan Hernuza Pribadi, M.Sc., Estu Retnanintyas, M.Sc., dan Dr. apt. Rita Rakhmawati bersama mahasiswa KKN Program Studi Farmasi.

Melalui program tersebut, warga mendapatkan edukasi sekaligus praktik langsung mengenai pemanfaatan dan pengolahan TOGA menjadi produk yang lebih bernilai guna.

Salah satu kegiatan yang mendapat perhatian peserta adalah pelatihan budidaya TOGA menggunakan teknik kokedama yang disampaikan oleh Dr. apt. Rita Rakhmawati, S.Farm., M.Si. Dalam sesi tersebut, warga dikenalkan pada konsep kokedama, tahapan pembuatan, teknik perawatan, hingga pemilihan tanaman yang sesuai untuk dikembangkan.

Tanaman mint dan pegagan dipilih sebagai contoh karena mudah dirawat, memiliki ukuran yang sesuai, serta dikenal memiliki berbagai manfaat kesehatan.

“Teknik ini ternyata mudah, praktis, estetik, dan tidak membutuhkan banyak lahan,” ujar Edi, Sekretaris RW 34, saat mengikuti praktik pembuatan kokedama.

Selain pelatihan kokedama, peserta juga mendapatkan pelatihan pembuatan roll-on aromaterapi berbahan dasar serai wangi dan jahe yang dipandu apt. Fitrawan Hernuza Pribadi, S.Farm., M.Sc.

Dalam kegiatan tersebut, warga diajak mengikuti seluruh proses pembuatan, mulai dari persiapan bahan, peracikan, hingga pengemasan produk. Roll-on aromaterapi yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi contoh produk herbal sederhana yang dapat dibuat secara mandiri di rumah.

Roll-on aromaterapi menjadi salah satu produk yang diperkenalkan kepada warga dalam kegiatan pengabdian masyarakat FMIPA UNS. Selain mudah dibuat, produk berbahan alami tersebut berpotensi dikembangkan sebagai produk unggulan berbasis potensi lokal | Istimewa

Selain memberikan manfaat kesehatan sebagai aromaterapi praktis, produk tersebut juga dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai produk unggulan berbasis potensi lokal.

Tim PKM HGR Natural Product Pharmacy FMIPA UNS berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pemanfaatan TOGA secara kreatif, praktis, dan bernilai ekonomi.

Program ini juga menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendampingi masyarakat melalui edukasi, pelatihan, dan pemberdayaan berbasis potensi lokal. Selain itu, kegiatan tersebut turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan nomor 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta tujuan nomor 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. [*]

 

Exit mobile version