SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – HGR Complementary Anesthesiology in Nursing (CARING), Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret (UNS) berkolaborasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Surakarta menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Kelurahan Sudiroprajan, Surakarta, Rabu (24/6/2026).
Kegiatan bertema “CERDAS OBAT: Pemberdayaan Masyarakat dalam Penggunaan Obat Aman, Pencegahan NAPZA, dan Kesiapsiagaan Gawat Darurat” tersebut menyasar ibu-ibu PKK serta anggota Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) Kelurahan Sudiroprajan.
Ketua kegiatan, Ika Subekti Wulandari, S.Kep., Ns., M.Kep., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, khususnya terkait penggunaan obat yang aman serta pencegahan penyalahgunaan obat dan NAPZA di lingkungan keluarga.
“Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan mampu memahami penggunaan obat secara bijak, mengenali risiko penyalahgunaan obat, serta memiliki kesiapsiagaan awal dalam menghadapi kondisi gawat darurat di lingkungan rumah tangga maupun masyarakat,” ujarnya.
Program CERDAS OBAT tersebut juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), yakni SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, serta SDG 17 mengenai Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Implementasi SDG 3 diwujudkan melalui edukasi penggunaan obat yang aman, pencegahan NAPZA, dan kesiapsiagaan gawat darurat. Sementara SDG 4 tercermin dari peningkatan literasi masyarakat melalui penyuluhan berbasis edukasi, sedangkan SDG 17 diwujudkan melalui kolaborasi antara HGR CARING Sekolah Vokasi UNS, BNN Kota Surakarta, Kelurahan Sudiroprajan, ibu-ibu PKK, dan anggota IBM.
Adapun pihak Kelurahan Sudiroprajan memberikan dukungan dan respons positif terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Program CERDAS OBAT dinilai sejalan dengan upaya kelurahan dalam meningkatkan kapasitas masyarakat, khususnya kader PKK dan anggota IBM, agar lebih berdaya dalam mengenali risiko penyalahgunaan obat, memahami pencegahan NAPZA, serta mampu melakukan langkah awal kesiapsiagaan dalam situasi gawat darurat.
Dukungan tersebut juga menunjukkan pentingnya sinergi antara unsur akademisi, pemerintah, lembaga vertikal, dan masyarakat dalam membangun lingkungan yang sehat, aman, serta responsif terhadap persoalan kesehatan dan penyalahgunaan NAPZA di tingkat komunitas.
Kerja sama antara Program Studi Keperawatan Anestesiologi Sekolah Vokasi UNS dan BNN Kota Surakarta itu menjadi bentuk kolaborasi yang selaras dan strategis.
Program studi tersebut berperan dalam penguatan edukasi kesehatan, penggunaan obat secara aman, serta kesiapsiagaan gawat darurat, sedangkan BNN Kota Surakarta berfokus pada edukasi, pencegahan, dan pemberdayaan masyarakat terkait bahaya penyalahgunaan NAPZA. Sinergi keduanya memperkuat pendekatan promotif dan preventif yang dibutuhkan masyarakat.
Dalam kesempatan itu juga diluncurkan aplikasi Caredose, instrumen media digital interaktif yang dikembangkan oleh tim HGR CARING. Aplikasi tersebut dirancang untuk membantu menekan insidensi penyalahgunaan obat di tingkat rumah tangga melalui sistem kuesioner mandiri.
Melalui aplikasi Caredose, masyarakat dapat melakukan skrining awal secara mandiri terkait pemahaman dan perilaku penggunaan obat. Aplikasi tersebut diharapkan menjadi sarana edukasi digital yang mudah diakses, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Kolaborasi antara HGR CARING Sekolah Vokasi UNS, BNN Kota Surakarta, dan masyarakat Kelurahan Sudiroprajan diharapkan semakin memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan, khususnya dalam penggunaan obat yang aman, pencegahan NAPZA, serta kesiapsiagaan gawat darurat berbasis masyarakat.
Melalui kegiatan CERDAS OBAT, demikian Ika, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga didorong menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan keluarga dan masyarakat yang lebih sehat, sadar obat, serta tanggap terhadap risiko penyalahgunaan obat maupun kondisi kegawatdaruratan. [*]
