SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Persiapan Kirab Pusaka Malam 1 Suro di Keraton Surakarta mulai dimatangkan. Salah satu fokus utama adalah perawatan kerbau bule atau mahesa yang menjadi bagian penting dalam prosesi kirab sakral tersebut.
Wakil Pengageng Kartipuro Keraton Surakarta, KRMH Djoyo Adilogo, mengungkapkan bahwa perawatan kerbau bule selama ini ditangani secara rutin oleh pihaknya bersama tim di bawah koordinasi Pengageng Sasana Wilapa, GKR Wandansari dan PB XIV Hangabehi
Menurut Djoyo, biaya yang dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan pakan kerbau bule mencapai Rp 6 juta hingga Rp 7 juta setiap bulan.
“Setiap bulan kami mengeluarkan sekitar Rp 6 juta sampai Rp 7 juta. Pakan yang disiapkan berupa rumput, telo, dan suplemen sehingga kondisi mahesa tetap sehat dan terawat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pihaknya telah menangani perawatan mahesa sejak 2004 saat menjabat sebagai Wakil Pengageng Kartipuro. Untuk persiapan Kirab Pusaka 1 Suro tahun ini, menurutnya tidak ada perubahan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Sebagai bagian dari persiapan, kerbau bule akan menjalani gladi bersih selama dua hari, yakni Sabtu dan Minggu, dengan rute mengelilingi kawasan Keraton Surakarta.
“Kami melakukan gladi bersih selama dua hari. Tim pengawal mahesa atau tim Semut Ireng juga sudah disiapkan. Ada sekitar 30 orang yang bertugas mengawal kerbau selama kirab berlangsung,” terangnya.
Menurut Djoyo, para pengawal memiliki tugas yang berbeda-beda, mulai dari memberi pakan di titik-titik tertentu hingga membuka jalan dan mengantisipasi kemungkinan kerbau saling berkelahi selama perjalanan kirab.
Sementara itu, Heri, salah seorang srati mahesa atau perawat kerbau, menambahkan bahwa seluruh kerbau bule akan dimandikan sebelum mengikuti gladi bersih.
“Kerbau dimandikan terlebih dahulu sebelum gladi. Setelah itu ditempatkan di kandang lama yang berada di Kampung Gurawan,” ujarnya.
Saat ini terdapat lima ekor kerbau bule yang dipersiapkan untuk mengikuti rangkaian kirab, terdiri atas dua ekor jantan dan tiga ekor betina.
Kirab Pusaka Malam 1 Suro merupakan tradisi tahunan Keraton Surakarta yang selalu menyedot perhatian masyarakat. Kerbau bule menjadi salah satu ikon yang paling ditunggu dalam prosesi tersebut karena dipercaya memiliki nilai historis dan simbolis bagi keraton. [Ando]
