Site icon JOGLOSEMAR NEWS

Kebakaran Hebat Hanguskan Habit Pool and Lounge Sleman, Pemilik Sebut Sering Terjadi Gangguan Listrik

Ilustrasi kebakaran | freepik

SLEMAN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kebakaran yang meluluhlantakkan Habit Pool and Lounge di Kalurahan Sinduadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, Sabtu (20/6/2026) dini hari, menyisakan sejumlah pertanyaan. Di tengah dugaan awal bahwa api dipicu korsleting listrik, pemilik usaha mengungkap fakta bahwa dalam dua pekan terakhir tempat hiburan tersebut beberapa kali mengalami gangguan listrik berupa padam dan menyala kembali secara berulang.
Peristiwa kebakaran terjadi menjelang Subuh dan menghanguskan sebagian besar area operasional tempat hiburan tersebut. Kerugian fisik ditaksir mencapai sekitar Rp 10 miliar, bahkan dapat membengkak hingga Rp 15 miliar jika potensi kehilangan pendapatan selama masa pemulihan turut diperhitungkan.
Salah seorang karyawan Habit Pool and Lounge, Aziz, mengaku pertama kali mengetahui kebakaran setelah dibangunkan warga yang tinggal di sekitar lokasi.
“Sehabis cari makan, saya masuk kamar dan tidur. Pukul 05.00 kurang satu menit, saya dibangunkan oleh warga yang tinggal di belakang Habit Pool and Lounge,” kata Aziz saat dikonfirmasi, Sabtu (20/6/2026).
Saat keluar dari kamar, Aziz mendapati bagian dalam bangunan sudah dipenuhi asap tebal. Ia sempat berusaha masuk ke area lounge untuk menyelamatkan sejumlah barang, namun kondisi di dalam bangunan sudah tidak memungkinkan.
“Saat itu saya coba buka pintu kaca. Tapi asap sudah sangat tebal. Panasnya luar biasa. Kami langsung hubungi pemadam kebakaran. Tim Damkar sampai di lokasi sekitar pukul 05.09 WIB,” ujarnya.
Selama proses kebakaran berlangsung, Aziz mengaku beberapa kali mendengar suara ledakan dari dalam bangunan. Ledakan tersebut diduga berasal dari sejumlah perangkat elektronik yang terbakar.
Menurutnya, area yang mengalami kerusakan paling parah adalah ruang lounge dan area operasional bagian depan. Berbagai fasilitas di lokasi itu nyaris tidak dapat diselamatkan.
“Yang paling parah memang area lounge. Sofa habis terbakar karena di situ banyak instalasi lampu, sound system, alat musik, dan peralatan bar. Hampir tidak ada barang yang tersisa,” katanya.
Owner Habit Pool and Lounge, Hasto Panunjung (33), mengatakan pihaknya memperoleh informasi awal dari hasil penyelidikan bahwa kebakaran diduga dipicu korsleting listrik. Namun demikian, ia mengaku sebelumnya sempat mengalami sejumlah gangguan kelistrikan yang menurutnya cukup mengganggu operasional usaha.
Hasto menuturkan, dalam sekitar dua pekan terakhir, aliran listrik di lokasi usahanya beberapa kali mengalami pemadaman dan kembali menyala secara tiba-tiba. Kondisi tersebut bahkan sempat menyebabkan sejumlah perangkat elektronik mengalami kerusakan.
“Blender rusak, lampu pun pernah meledak setelah listrik menyala kembali,” ungkapnya.
Akibat kebakaran tersebut, Hasto memperkirakan nilai kerusakan bangunan dan aset usaha mencapai sekitar Rp10 miliar. Jika ditambah dengan potensi kehilangan pemasukan selama operasional berhenti, total kerugian diperkirakan dapat mencapai Rp15 miliar.
“Kalau kehilangan pendapatan selama setahun ikut dihitung, total kerugian bisa mencapai Rp15 miliar,” katanya.
Tidak hanya berdampak pada aset usaha, kebakaran tersebut juga berimbas pada puluhan pekerja yang menggantungkan penghasilan dari operasional Habit Pool and Lounge. Hasto menyebut sedikitnya 50 karyawan kini terdampak langsung akibat terhentinya kegiatan usaha.
“Kami menanggung nafkah 50 karyawan. Banyak yang sudah bekerja dua tahun. Sekarang, mereka kehilangan sumber penghasilan karena operasional terhenti,” ujarnya.
Sementara itu, Manajer Komunikasi dan Umum PLN UID Yogyakarta, Angga Ditya, menegaskan bahwa pemadaman listrik yang terjadi berulang tidak serta-merta dapat dikaitkan dengan munculnya korsleting listrik.
Menurut Angga, korsleting pada umumnya terjadi akibat penurunan kualitas instalasi listrik atau perangkat yang digunakan dalam jangka waktu tertentu.
“Pemadaman listrik tidak berpengaruh pada korsleting. Karena logikanya kalau pemadaman itu menyebabkan korsleting pasti akan ada kejadian itu dalam jumlah banyak. Kalau kebakaran dihubungkan dengan pemadaman harus diselidiki lebih lanjut,” terang Angga.
Hingga Sabtu siang, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang. Petugas masih melakukan pendalaman untuk memastikan sumber api yang menghanguskan tempat hiburan tersebut. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

Exit mobile version