Site icon JOGLOSEMAR NEWS

Ketua BEM UBK Ngaku Terima Rp 20 Juta Sebelum Demo, Rektorat Lakukan Investigasi, Gibran Diminta Klarifikasi

Wapres Gibran Rakabuming RakaAndo

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Universitas Bung Karno (UBK) bergerak cepat menyikapi ramainya pengakuan seorang mahasiswa yang mengaku menerima uang Rp 20 juta menjelang aksi demonstrasi di Jakarta. Pihak kampus memastikan akan menelusuri keterlibatan mahasiswa maupun pihak internal yang diduga terkait dalam kasus tersebut.

Kasus ini mencuat setelah beredar video pengakuan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum (BEM FH) UBK, Muhammad Abdimaludin. Dalam video tersebut, ia mengaku menerima dana sebesar Rp 20 juta yang disebut berkaitan dengan rencana aksi mahasiswa.

Wakil Rektor IV UBK, Franky Roring, mengatakan kampus tidak akan tinggal diam dan segera melakukan investigasi internal untuk mengungkap pihak-pihak yang terlibat.

“Kami akan melakukan penelusuran lebih lanjut mengenai siapa saja yang terkait dalam persoalan ini. Hasilnya nanti akan kami sampaikan secara terbuka kepada publik,” ujar Franky dalam konferensi pers di Gedung Rektorat UBK, Selasa (23/6/2026).

Menurut Franky, pengakuan yang disampaikan Abdimaludin muncul dalam forum terbuka yang digelar sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada sivitas akademika. Namun, ia menegaskan tindakan sejumlah individu tidak dapat dijadikan dasar untuk menilai seluruh mahasiswa UBK.

Ia menilai masih banyak mahasiswa yang tetap memegang teguh nilai moral, integritas, serta keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat.

Selain melakukan investigasi, pihak kampus juga membuka kemungkinan menjatuhkan sanksi terhadap mahasiswa yang terbukti melanggar aturan. Bentuk sanksi akan disesuaikan dengan kewenangan institusi pendidikan.

Meski demikian, Franky mengakui ruang gerak kampus terbatas untuk mengusut pihak di luar lingkungan universitas, termasuk sosok yang disebut sebagai pemberi dana.

“Soal siapa yang memberikan uang, berapa jumlah sebenarnya, dan pihak lain yang mungkin terlibat, itu berada di luar kewenangan kampus untuk menyelidikinya,” katanya.

Dalam pengakuannya, Abdimaludin menyebut dana yang diterimanya tidak seluruhnya digunakan sendiri. Sebagian uang disebut dibagikan kepada sejumlah mahasiswa dan senior kampus dengan nominal yang bervariasi.

Ia juga mengklaim uang tersebut diberikan menjelang aksi mahasiswa yang awalnya direncanakan berlangsung di kawasan Istana Merdeka. Menurut pengakuannya, ada keinginan agar massa aksi mengalihkan lokasi demonstrasi ke depan Gedung DPR RI.

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik baru karena Abdimaludin juga mengaitkan peristiwa itu dengan pertemuannya bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sehari sebelum aksi berlangsung.

Isu tersebut lantas menarik perhatian sejumlah kalangan politik. Ketua DPP PDI Perjuangan, Deddy Sitorus, meminta agar Gibran memberikan penjelasan kepada publik guna menghindari berkembangnya spekulasi.

Menurut Deddy, klarifikasi diperlukan untuk menjelaskan konteks pertemuan antara mahasiswa dan Wakil Presiden, sekaligus menjawab berbagai dugaan yang beredar terkait sumber dana yang disebut dalam pengakuan mahasiswa tersebut.

Ia menilai publik berhak mengetahui bagaimana mahasiswa yang sebelumnya berencana menyampaikan aspirasi melalui demonstrasi akhirnya dapat bertemu dengan Wakil Presiden di Kantor Wakil Presiden.

Deddy juga menegaskan bahwa jika tudingan mengenai adanya pembayaran terhadap mahasiswa tidak benar, maka pemerintah perlu menyampaikan penjelasan secara terbuka agar polemik tidak semakin melebar.

Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak Wakil Presiden maupun pihak kepolisian terkait tudingan yang disampaikan dalam video pengakuan tersebut. Sementara itu, investigasi internal yang dilakukan UBK masih terus berjalan untuk mengumpulkan fakta dan keterangan dari pihak-pihak terkait. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

 

Exit mobile version