Site icon JOGLOSEMAR NEWS

Komunitas Touring Jesper Taklukkan Puncak Telomoyo dalam  Kegembiraan  

Sejumlah anggota komunitas touring Jesper berfoto bersama saat menikmati perjalanan menuju kawasan Telomoyo. Semangat guyub dan kebersamaan menjadi ciri khas setiap agenda touring yang rutin digelar warga Jetis Permai | Istimewa

SUKOHARJO, JOGLOSEMARNEWS.COM Kegiatan touring sudah menjadi tradisi yang cukup mengakar di kalangan warga RT 06 RW 10 Jetis Permai (Jesper), Gentan, Baki, Sukoharjo. Berbeda dengan komunitas motor pada umumnya, touring warga Jesper tidak dibatasi oleh jenis kendaraan tertentu, melainkan lebih mengedepankan kebersamaan antarwarga.

Setiap kali menggelar touring, para peserta biasanya melakukan iuran secara sukarela dengan nominal yang telah disepakati. Dana tersebut kemudian dikelola oleh salah satu peserta untuk memenuhi berbagai kebutuhan selama perjalanan, termasuk biaya makan bersama.

Kebersamaan menjadi bagian tak terpisahkan dari touring Jesper ke Telomoyo. Setelah menempuh perjalanan panjang, para peserta menikmati makan bersama sambil berbagi cerita dan pengalaman di sepanjang rute perjalanan | Istimewa

Sistem tersebut sengaja diterapkan untuk menjaga kekompakan rombongan. Dengan demikian, seluruh peserta dapat menikmati perjalanan bersama tanpa terpecah dalam kelompok-kelompok kecil.

“Kebersamaan menjadi hal yang paling utama. Semua berangkat bersama, istirahat bersama dan makan bersama,” ungkap Ketua RT 06, Cahyo Yuli Kristanto, yang juga ikut dalam rombongan.

Tradisi touring tersebut kembali dilakukan pada Minggu (7/6/2026) lalu. Puluhan bapak-bapak warga Jesper melakukan perjalanan menuju Puncak Telomoyo yang berada di perbatasan Kabupaten Semarang dan Kabupaten Magelang, tepatnya di Desa Pandean, Kecamatan Ngablak.

Puncak Telomoyo yang berada di ketinggian sekitar 1.894 meter di atas permukaan laut menjadi salah satu destinasi favorit karena menawarkan panorama alam pegunungan yang indah serta jalur perjalanan yang menantang.

Suasana hangat mewarnai waktu istirahat rombongan Jesper saat touring ke Telomoyo. Kebersamaan yang terjalin di meja makan menjadi salah satu alasan kegiatan ini selalu dinanti para peserta | Istimewa

Menariknya, kegiatan touring tersebut juga diikuti sejumlah peserta yang telah memasuki usia lanjut, salah satunya Hendro Doso.

Pada usianya yang  kurang lebih 64 tahun, ia tetap bersemangat mengendarai motor PCX miliknya, mengaspal bersama  kawan-kawan RT menuju puncak Telomoyo ditemani sang istri, Ruth, yang setia duduk di boncengan.

“Ini pertama kali saya ikut touring bersama kawan-kawan di Jesper ini,” ujar Hendro Doso kepada Joglosemarnews.

Doso, demikian sapaan akrabnya, mengaku tidak pernah melakukan touring jarak jauh sebelumnya. Ia juga tak pernah ikut dalam klub touring manapun. Hanya saja, kadang kala ia bersama isteri menyempatkan diri touring ke tempat yang relatif dekat.

Meskipun usai touring ke Telomoyo dirinya sempat mengalami sakit karena kecapaian, namun hal itu bagi Doso tak jadi soal. “Yang penting hati gembira dan bahagia,” ujarnya sembari tertawa.

Selain Hendro Doso, terdapat pula Dr. Ari Sumarwono, purnawirawan Polisi yang juga hampir setara usianya, turut bergabung dalam rombongan. Ada pula Rahardjo, warga yang sudah beberapa tahun lalu purna tugas dari Aparatur Sipil Negara (ASN), ikut menyemarakkan touring bersama ke puncak Telomoyo.

“Salah satu keistimewaan Gunung Telomoyo adalah puncak yang selalu diliputi awan. Jadi kalau sudah sampai ke puncak, kita serasa di atas awan. Itu yang membuat Telomoyo sangat spesial,” papar Eko Setyo Winanto yang juga Ketua Panitia touring Puncak Telomoyo kepada Joglosemarnews.

Kegiatan touring warga Jesper sendiri tidak memandang usia peserta. Warga yang sudah lanjut usia maupun yang lebih muda dapat bergabung selama memiliki minat yang sama terhadap perjalanan roda dua. Namun dalam praktiknya, kegiatan touring lebih banyak diikuti kalangan bapak-bapak.

Sebelum melakukan touring ke Puncak Telomoyo, komunitas touring Jesper juga telah melakukan perjalanan ke sejumlah destinasi lain, di antaranya kawasan Dieng, Pacitan di Jawa Timur dan lain-lain.

 

Selain touring secara berkelompok, sejumlah warga Jesper juga memiliki hobi touring secara mandiri. Di antaranya Sunu Setiawan,  Dwi Erde dan beberapa yang lain, yang kerap melakukan perjalanan dadakan ke berbagai daerah.

Di luar rombongan touring Telomoyo, Sunu Setiawan lebih sering melakukan touring mandiri. Tampak Sunu di atas sepeda motornya di Tol Kahyangan, Wonolelo, Magelang | Istimewa

Mengendarai Honda Supra, Sunu Setiawan berkali-kali melakukan touring mandiri ke beberapa  lokasi, seperti ke Tawangmangu, ke puncak New Selo di Boyolali, Gunung Telomoyo, Tol Kahyangan Magelang, Cemoro Sewu, telaga Sarangan hingga objek wisata Telaga Gonggang di Magetan, Jawa Timur.

Sunu bercerita, ia paling takut mengendarai sepeda motor matic untuk kegiatan touring ke jalur yang turun dan menanjak seperti itu. Karenanya ke manapun melakukan touring, ia selalu ditemani sepeda motor manual kesayangannya.

“Pada waktu turun dari puncak New Selo, saya gunakan gigi untuk membantu pengereman, sampai jalanan agak landai baru ganti persneleng. Soalnya turunannya curam lurus dan panjang, bikin saya singunen. Kalau pakai matic saya jelas nggak berani,” kisahnya.

Melalui kegiatan touring tersebut, warga Jetis Permai tidak hanya menyalurkan hobi berkendara saja, tetapi yang lebih penting adalah mempererat hubungan sosial dan kebersamaan antarwarga yang selama ini menjadi ciri khas di lingkungan mereka.  [*]

 

Exit mobile version