WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Jalan-jalan membeli ketan
Pulangnya mampir membeli roti,
Jangan pernah takut mencoba impian
Sekali melangkah bisa mengharumkan negeri.
Siapa sangka, hobi menulis yang selama ini hanya dituangkan di sebuah blog pribadi justru menjadi jalan menuju panggung nasional. Itulah kisah inspiratif yang dialami Ghirsa Azka Maulana, mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti (STAIMAS) Wonogiri.
Nama mahasiswa yang akrab disapa Sakana itu sukses mencuri perhatian setelah dinobatkan sebagai Penulis Terpilih dalam Event Lomba Surat Batch 17 Volume 2 tingkat nasional. Kompetisi bergengsi bertajuk “Sepucuk Kata untuk yang Kucinta” tersebut digelar oleh kolaborasi media literasi Detak Pustaka dan Nulis Quotes pada 21–29 Mei 2026.
Hebatnya lagi, karya berjudul “Menemukanmu di Antara Dua Logika” berhasil melewati proses kurasi bersama ratusan karya dari berbagai daerah di Indonesia hingga akhirnya resmi diterbitkan dalam Buku Antologi Nasional Jilid 2.
Pencapaian ini terasa semakin istimewa karena merupakan debut pertama Sakana mengikuti kompetisi menulis. Tidak sedikit penulis membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menembus antologi nasional, namun mahasiswa KPI STAIMAS Wonogiri ini langsung berhasil pada kesempatan pertamanya.
Di balik keberhasilan tersebut ternyata tersimpan perjalanan yang sederhana. Selama ini Sakana lebih banyak menghabiskan waktunya dengan menulis cerita pendek dan kisah-kisah fiksi yang dipublikasikan melalui blog pribadinya bernama Ruang Hening. Blog itulah yang menjadi ruang latihan, tempat ia mengasah kemampuan merangkai kata, membangun alur cerita, hingga menemukan gaya penulisannya sendiri.
Momentum berharga itu semakin terasa ketika paket berisi buku antologi dan sertifikat penghargaan akhirnya tiba di tangannya. Perasaan haru dan bangga pun tak bisa disembunyikan.
“Selama ini saya memang suka menulis, tetapi sebatas mempublikasikan cerpen atau cerita di blog pribadi saja. Lewat event nasional ini, saya memberanikan diri untuk pertama kalinya mencoba ikut lomba. Alhamdulillah, ternyata bisa langsung lolos kurasi dan dibukukan,” ungkap Sakana dengan penuh rasa syukur.
Menurutnya, keberhasilan tersebut bukanlah garis akhir, melainkan awal perjalanan yang lebih panjang dalam dunia literasi. Pengalaman mengikuti kompetisi nasional menjadi bekal berharga untuk terus mengembangkan kemampuan menulis sekaligus memperkaya kompetensi yang selaras dengan bidang ilmu yang sedang ditempuh di Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam.
Prestasi ini juga menjadi bukti bahwa sebuah mimpi besar bisa lahir dari langkah kecil. Dari sebuah blog sederhana yang awalnya hanya menjadi tempat menuangkan cerita, kini karya Sakana berhasil menembus penerbitan nasional dan dibaca oleh lebih banyak orang.
Keberhasilan tersebut turut membawa nama baik STAIMAS Wonogiri di tingkat nasional. Civitas akademika menyambut prestasi itu dengan penuh kebanggaan karena menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya berkembang di ruang perkuliahan, tetapi juga mampu menunjukkan kualitas di bidang literasi, kreativitas, serta komunikasi.
Apresiasi pun disampaikan oleh Ketua Program Studi KPI STAIMAS Wonogiri, H. Achmad Zaky Faiz, M.Sos. Ia menyampaikan ucapan selamat sekaligus penghargaan setinggi-tingginya atas prestasi yang berhasil diraih Ghirsa Azka Maulana sebagai Penulis Terpilih pada Event Lomba Surat Batch 17 Volume 2 tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Detak Pustaka dan Nulis Quotes.
Menurut Zaky, keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan besar bagi Program Studi KPI STAIMAS Wonogiri karena memperlihatkan kualitas mahasiswa yang mampu bersaing secara nasional dalam bidang literasi, kreativitas, dan komunikasi.
“Semoga capaian ini menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa untuk terus berkarya, meningkatkan budaya literasi, dan aktif meraih prestasi. Program Studi KPI STAIMAS Wonogiri berkomitmen mendukung pengembangan potensi mahasiswa agar terus berprestasi di berbagai bidang,” imbuh Zaky.
Prestasi yang diraih Sakana menjadi pesan sederhana namun kuat bagi generasi muda, bahwa keberanian memulai sering kali menjadi pembuka jalan menuju pencapaian yang lebih besar. Tidak ada langkah yang sia-sia ketika terus diasah dengan konsistensi, termasuk kebiasaan menulis yang awalnya hanya dilakukan di blog pribadi.
Kini, nama Ghirsa Azka Maulana tak hanya dikenal sebagai mahasiswa KPI STAIMAS Wonogiri, tetapi juga sebagai salah satu penulis muda yang sukses mengubah hobi menjadi prestasi nasional. Sebuah perjalanan yang membuktikan bahwa mimpi besar bisa dimulai dari layar komputer, secangkir kopi, dan keberanian menekan tombol “kirim” untuk pertama kalinya. Aris Arianto
