Site icon JOGLOSEMAR NEWS

Merapi Kembali Bergejolak, Lava Luncur Hingga 2 Kilometer ke Selatan-Barat Daya

Ilustrasi gunung berapi mengeluarkan lava pijar | freepik

SLEMAN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi kembali mengalami peningkatan signifikan dalam kurun enam jam pengamatan terakhir. Gunung api aktif di perbatasan DIY–Jawa Tengah itu tercatat meluncurkan sedikitnya tujuh kali guguran lava yang mengarah ke alur Kali Boyong, dengan jarak luncur terjauh mencapai sekitar 2.000 meter dari puncak.
Selain guguran lava, aktivitas kegempaan di tubuh Merapi juga terpantau cukup intens. Tercatat 25 kali gempa guguran dengan amplitudo 2–23 mm serta durasi antara 55,12 hingga 177,02 detik. Di periode yang sama, alat pemantau juga merekam 27 kali gempa hybrid atau fase banyak dengan amplitudo 2–28 mm dan durasi 7,56 hingga 32,89 detik.
Dari hasil pengamatan visual, puncak Merapi berada dalam kondisi relatif jelas dengan cuaca cerah. Angin diketahui bertiup lemah ke arah utara, sementara aktivitas asap kawah utama tampak berwarna putih tipis dengan tinggi kolom mencapai sekitar 100 meter dari puncak.
Pihak pemantau mengingatkan bahwa suplai magma di dalam tubuh gunung masih berlangsung aktif, sehingga potensi terjadinya awan panas guguran tetap perlu diwaspadai, khususnya di sejumlah sektor rawan.
Sejumlah rekomendasi keselamatan kembali ditegaskan, di antaranya larangan melakukan aktivitas di kawasan potensi bahaya yang mencakup sektor selatan–barat daya melalui alur Kali Boyong sejauh 5 kilometer, serta Kali Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 kilometer. Sementara di sektor tenggara, potensi bahaya juga mengarah ke Kali Woro sejauh 3 kilometer dan Kali Gendol hingga 5 kilometer.
Dalam skenario letusan eksplosif, material vulkanik berpotensi terlontar hingga radius 3 kilometer dari puncak. Warga juga diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman lahar maupun awan panas guguran, terutama saat hujan turun di sekitar kawasan Merapi.
Selain itu, masyarakat di sekitar lereng diminta mengantisipasi dampak lanjutan berupa gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik, serta potensi terganggunya aktivitas harian jika kondisi erupsi meningkat. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

Exit mobile version