Site icon JOGLOSEMAR NEWS

Miris! Ngaku Lelah Mengasuh Anak, Ibu di Bantul Ikat Tangan-Kaki dan Lakban Mulut Balitanya

Ilustrasi kekerasan terhadap anak. /Joglosemarnews

BANTUL, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus balita berusia tiga tahun yang ditemukan dalam kondisi tangan dan kaki terikat serta mulut dilakban di sebuah rumah kontrakan di Padukuhan Kedaton, Kalurahan Pleret, Kapanewon Pleret, Bantul, akhirnya mulai menemukan titik terang.

Polisi mengungkap, ibu kandung korban berinisial TKS (25) mengaku nekat melakukan tindakan tersebut karena merasa kelelahan mengurus anak seorang diri. Selama ini, ia tinggal bersama anaknya di kamar kontrakan, sementara suaminya, RF (30), bekerja di Jakarta dan hanya pulang sekitar satu bulan sekali.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan pelaku tidak mempertimbangkan risiko yang bisa menimpa anaknya saat melakukan tindakan tersebut.

“Tindakan melakban tersebut tidak dipikirkan oleh pelaku risiko apa yang terjadi pada anak karena sudah terlalu capek mengurus anak sendiri. Sedangkan ayah korban/suami pelaku kerja di Jakarta pulang ke Yogyakarta setiap sebulan sekali,” kata Rita.

Menurut keterangan yang diperoleh penyidik, rasa lelah yang terus menumpuk membuat TKS kehilangan pertimbangan. Ia kemudian mengikat tangan dan kaki anaknya menggunakan selendang dan lakban, lalu menutup mulut korban dengan lakban sebelum meninggalkan kontrakan.

Polisi menyebut, saat itu pelaku berencana keluar untuk mencari hiburan dan melepas penat.

Meski kasus tersebut sempat menyita perhatian publik, pihak keluarga memilih menempuh jalur kekeluargaan. Suami pelaku, RF, menyatakan telah memaafkan istrinya dan berkomitmen memperbaiki kondisi rumah tangga mereka.

“Suami selaku kepala rumah tangga/wali dari Korban meminta agar kejadian tersebut diselesaikan secara kekeluargaan,” jelas Rita.

“Ayah kandung korban untuk saat ini memaafkan pelaku dan sanggup untuk memperbaiki rumah tangga sehingga kejadian tersebut tidak terulang lagi,” lanjutnya.

Saat ini korban diketahui telah berada dalam pengawasan keluarga dari pihak ayah di wilayah Patuk untuk mendapatkan perawatan dan pendampingan.

Kasus tersebut sebelumnya menghebohkan warga setempat setelah seorang tetangga mendengar suara tangisan anak dari dalam kontrakan pada Senin (1/6/2026) malam sekitar pukul 20.00 WIB.

“Saksi 1 sedang bakar sate di depan kontrakan mendengar suara tangisan anak kecil dari kamar kontrakan yang ditempati oleh korban sekitar pukul 20.00 WIB,” ujar Rita.

Karena curiga, saksi kemudian menghubungi pemilik kontrakan. Keduanya membuka akses ke dalam kamar dan menemukan korban dalam kondisi memprihatinkan.

“ACB dalam keadaan lemas posisi mulut dilakban plastik bening. Kedua tangan diikat menggunakan lakban bening dan kedua kaki diikat menggunakan lakban bening dan selendang warna merah maroon,” terang Rita.

Peristiwa tersebut sempat memicu keprihatinan luas di masyarakat karena menyangkut keselamatan anak yang masih balita. Polisi pun telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak untuk memastikan seluruh fakta dalam kasus tersebut terungkap secara menyeluruh. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

 

Exit mobile version