JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ahmad Ali mengungkapkan dirinya pernah menjadi salah satu sosok yang paling dipercaya Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh. Bahkan selama bertahun-tahun berkiprah di partai tersebut, ia mengaku kerap mendapat pujian dan sanjungan langsung dari Surya Paloh.
Namun hubungan yang semula dekat itu, menurut Ahmad Ali, berakhir dengan cara yang tidak ia duga. Ia menegaskan tidak pernah mengajukan pengunduran diri dari Partai NasDem, melainkan merasa telah disingkirkan dari partai setelah Kongres NasDem 2024.
“Saya itu tidak keluar dari NasDem, tapi saya dikeluarkan dari NasDem,” kata Ahmad Ali saat dihubungi pada Ahad (21/6/2026).
Mantan anggota DPR RI tersebut menuturkan bahwa sebelum peristiwa itu terjadi, dirinya merupakan satu-satunya kader yang diberi kepercayaan oleh Surya Paloh untuk menjadi wakilnya di struktur kepartaian. Karena itu, ia mengaku heran ketika namanya tidak lagi masuk dalam jajaran pengurus hasil kongres.
Menurut Ahmad Ali, keputusan tersebut diduga berkaitan dengan penolakannya terhadap sebuah permintaan yang datang dari Surya Paloh. Ia menyebut permintaan itu bernilai setara mahar politik. Meski mengaku memiliki kemampuan untuk memenuhi permintaan tersebut, ia memilih menolak karena menganggapnya tidak pantas dilakukan.
Kendati demikian, Ahmad Ali belum bersedia mengungkap secara rinci bentuk permintaan yang dimaksud. Ia mengatakan masih ingin melihat respons dari para petinggi NasDem atas pernyataannya itu.
“Seribu persen saya yakin (ini karena mahar politik),” tuturnya.
Ahmad Ali juga mengklaim selama menjadi kader NasDem sejak 2013, dirinya tidak hanya mendapat kepercayaan penuh dari Surya Paloh, tetapi juga ikut mengeluarkan dana dalam jumlah besar untuk berbagai kegiatan partai. Ia bahkan menyebut nilainya setara dengan biaya pembangunan NasDem Tower di kawasan Gondangdia, Jakarta.
Sebagai contoh, Ahmad Ali menyinggung penyelenggaraan Apel Siaga Kader yang digelar bertepatan dengan perayaan ulang tahun Surya Paloh pada 16 Juli 2023.
“Pada 16 Juli 2023 kita mempersembahkan hadiah ulang tahun bagi Surya Paloh dengan ‘Apel Siaga Kader’. Itu biaya saya semua itu,” ucapnya.
Ia menegaskan siap beradu argumentasi dengan elite NasDem apabila seluruh pernyataannya dibantah. Menurutnya, selama menjadi kader partai, ia tidak pernah menerima teguran ataupun peringatan yang dapat menjadi dasar pencoretan dirinya dari kepengurusan.
Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari jajaran petinggi Partai NasDem. Upaya konfirmasi yang dilakukan kepada Sekretaris Jenderal NasDem Hermawi Taslim maupun Bendahara Umum Ahmad Sahroni belum memperoleh respons.
Hubungan Ahmad Ali dengan Surya Paloh sebelumnya memang pernah dikabarkan mengalami keretakan menjelang Pemilu 2024. Saat itu Ahmad Ali sempat disebut-sebut akan mengemban tugas sebagai Ketua Tim Nasional Pemenangan pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar. Namun posisi tersebut pada akhirnya dipercayakan kepada Muhammad Syaugi Alaydrus. [*] Disarikan dari sumber berita media daring
