Site icon JOGLOSEMAR NEWS

Usai Sepekan Terpuruk, IHSG Akhirnya Berbalik Menguat, Rupiah Ikut Perkasa

Nilai tukar rupiah

Ilustrasi nilai tukar rupiah | freepik

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Setelah mengalami tekanan dalam beberapa hari terakhir, pasar keuangan Indonesia akhirnya menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan di zona hijau, sementara nilai tukar rupiah juga menguat terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Selasa (9/6/2026).

Penguatan ganda tersebut menjadi kabar positif di tengah berbagai sentimen yang sebelumnya membebani pasar, mulai dari gejolak global hingga tekanan terhadap mata uang nasional.

IHSG menutup perdagangan dengan kenaikan signifikan hingga mencapai level 5.746. Mayoritas saham bergerak positif dengan ratusan emiten mencatatkan penguatan, jauh melampaui jumlah saham yang mengalami pelemahan.

Aktivitas perdagangan juga berlangsung cukup ramai. Nilai transaksi tercatat mencapai puluhan triliun rupiah dengan frekuensi jutaan kali transaksi. Meski demikian, investor asing masih tercatat melakukan aksi jual bersih di pasar saham domestik.

Tidak hanya pasar saham, rupiah juga menunjukkan performa yang lebih baik. Mata uang Garuda ditutup menguat 129 poin dan berada di level Rp 18.058 per dolar AS.

Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, menilai perbaikan sentimen global menjadi salah satu faktor yang mendorong penguatan pasar domestik. Menurutnya, pelaku pasar merespons positif perkembangan terbaru di Timur Tengah setelah Iran dan Israel menyatakan telah menghentikan aksi serangan satu sama lain.

Selain faktor eksternal, pasar juga mencermati langkah-langkah yang ditempuh pemerintah dan otoritas moneter dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

“Koordinasi antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan menjadi bagian dari upaya menjaga perekonomian nasional tetap berada pada jalur yang diharapkan,” kata Ibrahim dalam keterangannya, Selasa (9/6/2026).

Pelaku pasar juga memberikan respons terhadap keputusan Bank Indonesia yang kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen. Kebijakan tersebut dipandang sebagai upaya lanjutan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar sekaligus menjaga kepercayaan pasar terhadap ekonomi nasional.

Kombinasi membaiknya situasi global dan langkah antisipatif pemerintah dinilai menjadi faktor yang membantu meredakan tekanan di pasar keuangan domestik. Meski demikian, para pelaku pasar masih akan mencermati perkembangan ekonomi global dan arah kebijakan moneter dalam beberapa waktu ke depan untuk melihat apakah penguatan ini dapat berlanjut atau hanya bersifat sementara. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

 

Exit mobile version