SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Batik Laweyan Solo menggelar Festival Umbul-umbul. Kegiatan tersebut merupakan awal dari rangkaian Road to Laweyan Fest 2026.
Ketua Panitia Road to Laweyan Fest 2026, Yanu Nugroho Wibisono mengatakan, Festival Umbul-umbul melibaykan ratusan pelaku usaha batik dan UMKM tidak hanya dari Solo, namun juga dari luar Solo. Menurutnya, Festival Umbul-umbul menjadi wadah inovasi dalam melestarikan budaya batik.
“Kita ingin tampil dengan konsep yang berbeda. Kami terinspirasi dari festival balon udara di Wonosobo dan menampilkan kekhasan Laweyan lewat umbul-umbul ini,” ungkapnya, Jumat (24/7/2026).
Mengusung tema “Laweyan Sepanjang Masa”, panitia Festival Umbul-umbul memberikan dukungan berupa penyediaan bahan produksi, mulai dari kain, pewarna, hingga malam batik. Umbul-umbul dipasang mulai 18 hingga 25 Juli 2026.
Ditambahkan Sekretaris Panitia Road to Laweyan Fest 2026, Amirul Mukminin, Festival Umbul-umbul ini sekaligus sebagai kampanye pemakaian bahan alternatif malam untuk membatik. Dimana pengrajin menggunakan malam berbahan dasar kelapa sawit sebagai alternatif bahan baku membatik.
“Selama ini sebagian perajin masih menggunakan malam berbahan campuran parafin, gondorukem, hingga lemak sapi. Penggunaan malam sawit diharapkan dapat menjadi inovasi baru yang lebih beragam bagi industri batik,” ungkapnya.
Sementara itu, Bendahara Panitia Road to Laweyan Syifaul Karim mengungkapkan, puncak dari rangkaian kegiatan yakni Awarding. Panitia bakal memberikan apresiasi pada tiga tokoh perempuan yang dianggap memiliki kiprah inspiratif, yakni Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani, anggota DPRD Kota Solo Sekar Tandjung, serta budayawan dan penyanyi keroncong Sruti Respati.
“Ini sebagai bentuk penghormatan terhadap figur perempuan tangguh yang dinilai memiliki semangat seperti Mbok Mase. Yaitu sebutan bagi saudagar perempuan Laweyan pada masa lalu,” bebernya. Prihatsari
