KLATEN, JOGLOSEMARNEWS.COM —
Siapa sangka, berawal dari piring makan sehari-hari, rahasia kesehatan calon bayi ternyata ada di olahan dapur. Hal ini mengemuka melalui program pengabdian masyarakat bertajuk GEMATI STUNTING atau Gerakan Gizi Ayam Telur Ikan yang digagas dosen Poltekkes Kemenkes Surakarta di Puskesmas Wedi, Kabupaten Klaten, pada 21 Juli 2026 dan 27 Juli 2026.
Program menyasar peningkatan kadar Hemoglobin dan Indeks Massa Tubuh ibu hamil sebagai langkah awal mencegah stunting sejak dalam kandungan.
Bukan sekadar datang untuk periksa kandungan rutin, mereka justru diajak “beraksi” mengolah bahan pangan lokal menjadi sajian mewah yang bikin liur menetes.
Melalui racikan kreatif olahan nugget ayam dan rolade bandeng, para ibu hamil diajarkan trik khusus agar nutrisi harian cepat meresap ke dalam tubuh. Inovasi kuliner sehat ini dirancang sedemikian rupa agar ibu hamil tidak gampang mual dan tetap bisa menikmati santapan lezat kaya protein hewani serta zat besi.
Hasilnya, kadar Hemoglobin (Hb) dan Indeks Massa Tubuh (IMT) para calon ibu ini dipacu agar berada di angka ideal demi mendampingi tumbuh kembang janin secara maksimal.
Aksi seru yang digawangi oleh tim akademisi hebat dari Poltekkes Kemenkes Surakarta—Kuswati, S.Kep.Ns.,M.Kes, Rahmi Nurrasyidah, SST.,Bdn.,M.Keb, dan Atik Mahmudah AP,S.Tr.Keb.,M.Keb—ini dikemas dalam gerakan bernama GEMATI STUNTING (Gerakan Gizi Ayam Telur Ikan).
Momen pelatihan memasak ini makin berkesan karena setiap peserta langsung membawa pulang paket gizi siap santap berupa nugget ayam dan rolade bandeng untuk konsumsi selama 10 hari berturut-turut, dengan porsi pas 100 gram per hari.
Langkah preventif yang dimulai langsung dari urusan dapur kehamilan ini ditegaskan sebagai poin sentral oleh sang pelopor.
”Pencegahan stunting harus dimulai dari masa kehamilan. Melalui gerakan GEMATI STUNTING ini, kami ingin mengedukasi ibu hamil agar kebutuhan gizi harian khususnya protein hewani dan zat besi terpenuhi dengan baik sehingga Hb dan IMT berada pada angka ideal,” ujar Kuswati di sela-sela kegiatan.
Tak hanya berbagi resep rahasia dan ilmu gizi, tim dosen Poltekkes Surakarta juga memboyong sederet amunisi lengkap untuk mendukung keberlanjutan hidup sehat warga di Puskesmas Wedi. Fasilitas penunjang yang diserahkan secara lengkap antara lain:
🟢 Bahan baku segar pembuatan nugget ayam dan rolade bandeng
🟢 Mesin penggiling makanan (chopper) modern
🟢 Timbangan badan akurat
🟢 Alat pemeriksaan kadar Hemoglobin (Hb) gres untuk fasilitas kesehatan setempat
Dukungan alat medis hingga perangkat dapur ini diserahterimakan agar kader dan pihak puskesmas setempat bisa terus mendampingi para ibu secara mandiri. Langkah manis dari Klaten ini membuktikan bahwa menjaga kesehatan calon buah hati ternyata bisa dimulai dengan cara yang seru, kenyang, dan menyenangkan di atas meja makan rumah sendiri. Aris Arianto
