Site icon JOGLOSEMAR NEWS

Mahasiswi PTN Solo Laporkan Pelecehan Digital ke Polda Jateng, Perkara Pornografi Telanjang Gunakan AI

Zaenal Petir bersama korban pelecehan. Foto: dok

 

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM Seorang mahasiswi di salah satu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Surakarta, berinisial E, melaporkan dugaan pelecehan digital yang dialaminya ke Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Polda Jawa Tengah.

 

Zainal Petir selaku kuasa hukum E menjelaskan bahwa kliennya menjadi korban penyebaran konten hasil manipulasi kecerdasan buatan atau deepfake AI.

 

“Puluhan foto diedit menjadi tidak senonoh menggunakan AI. Wajah asli milik korban, badan posisi berdiri diedit telanjang bulat. Kemudian, ada dua video manipulasi yang sedang melakukan adegan hubungan badan dengan berbagai posisi. Fotonya E ini diedit menggunakan AI. Fotonya wajahnya dia, tapi leher ke bawah punya orang lain,” kata Zaenal Petir.

 

Padahal, tambah Zainal Petir, korban sama sekali tidak melakukan hal seperti yang ada di foto maupun video itu. Semua merupakan hasil editan AI. Meski begitu, dampak psikologis yang dialami korban sangat berat.

 

Lebih lanjut, Zaenal Petir menjelaskan bahwa korban baru mengetahui sejak 1 Januari 2026. Korban E menerima teror dari sejumlah akun Instagram anonim.

 

Akun-akun tersebut mengirimkan pesan langsung (direct message/DM) berisi foto-foto E yang telah diedit menjadi bermuatan pornografi menggunakan AI.

 

Saat berkomunikasi dengan akun-akun tersebut, E mengaku sempat menanyakan asal foto-foto yang dikirimkan.

 

Akun anonim itu disebut mengaku memperoleh gambar tersebut dari sebuah grup Telegram. Namun, ketika diminta menyebutkan nama grup, akun tersebut tidak memberikan informasi lebih lanjut.

 

Pada awalnya, E memilih mengabaikan tindakan tersebut karena meyakini foto-foto yang beredar merupakan hasil rekayasa digital.

 

Namun, seiring waktu, E merasa tindakan tersebut semakin mengganggu dan berpotensi mencemarkan nama baiknya. Atas dasar itu, E dengan didampingi Zainal Petir melaporkan dugaan tindak pidana tersebut ke Dittipidsiber Polda Jawa Tengah.

 

“Dengan kejadian ini korban sudah melaporkan dugaan pornografi ke Ressiber Polda Jateng, yang pelakunya sampai sekarang masih diselidiki,” ujar Zaenal Petir.

 

“Sudah ada peningkatan penanganan. Penyidik Siber sudah melakukan profiling. Tinggal menunggu pemeriksaan saksi,” lanjutnya.

 

Korban Diduga Ada 7 Orang

 

Menurut keterangan E, kata Petir, ada 6 korban lain yang dimanipulasi. Kesemuanya teman satu SMAN Cepu, Blora. “Ada video teman SMA, dengan adegan seorang cowok meremas payudara dari belakang setelah baju dilucuti, ada foto teman cewek telanjang bulat, dan masih banyak lagi namun tidak pantas untuk diungkap di publik. Pokoknya pelaku biadap sekali,” tegas Petir.

 

Berdasarkan dugaan sementara, korban lain merupakan 4 mahasiswi berasal dari perguruan tinggi di Semarang, sedangkan tiga lainnya berada di Solo, termasuk E.

 

Oleh karena itu, Zainal Petir meminta Diressiber Polda Jateng mengusut kasus tersebut secara maksimal hingga pelaku diproses hukum agar menimbulkan efek jera.

 

“Saya minta supaya Direktur Siber Polda Jawa Tengah untuk segera bekerja maksimal. Pentunjuk- petunjuk sudah sangat jelas. Saya yakin pelaku akan terungkap,” kata Zainal.

 

Calon Tersangka Dikantongi

 

Dari hasil profiling yang dilakukan penyidik, para korban diketahui saling mengenal karena pernah bersekolah satu SMA, yakni SMAN 1 Cepu.

 

Zainal Petir menduga dari petunjuk-petunjuk dalam proses penyelidikan, pelakumengarah kepada seorang mahasiswa.

 

 

“Saya yakin penyidik bisa mengungkap kasus ini karena petunjuk-petunjuknya sudah cukup jelas,” ungkap Zaenal.

 

“Namun untuk identitas pelaku, kita serahkan sepenuhnya kepada penyidik sampai proses penyelidikan selesai,” tegasnya.(Ali)

Exit mobile version