Site icon JOGLOSEMAR NEWS

Rahasia Jambu Biji dan Bayam Terbongkar! Dosen Kebidanan Ajarkan Cara Murah Cegah Anemia pada Ibu Hamil, Ternyata Bahannya Ada di Kebun Sendiri

Anemia

Pengabdian masyarakat yang dilakukan dosen Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Surakarta, Satiyem, SST., Bdn., M.Keb dan Dewi Murtiningsih, SST., M.Keb, bersama Bidan Desa Jogosetran Yuniati Ikaningsih, A.Md.Keb, di Desa Jogosetran, Kabupaten Klaten, Selasa (23/6/2026). Istimewa

KLATEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Banyak orang mengira mencegah anemia saat hamil harus selalu bergantung pada makanan mahal atau suplemen. Padahal, bahan sederhana yang tumbuh di pekarangan rumah ternyata bisa menjadi pilihan pendamping asupan bergizi untuk membantu memenuhi kebutuhan zat besi dan vitamin C selama kehamilan.

Inilah yang menjadi fokus kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan dosen Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Surakarta, Satiyem, SST., Bdn., M.Keb dan Dewi Murtiningsih, SST., M.Keb, bersama Bidan Desa Jogosetran Yuniati Ikaningsih, A.Md.Keb, di Desa Jogosetran, Kabupaten Klaten, Selasa (23/6/2026).

Mengusung tema “Pemberdayaan Ibu Hamil Cegah Anemia dengan Minuman Tinggi Zat Besi dan Vitamin C”, kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari para ibu hamil dan kader kesehatan desa. Edukasi tidak hanya berisi teori, tetapi juga praktik langsung mengolah bayam dan jambu biji menjadi minuman sehat yang mudah dibuat di rumah.

Anemia pada ibu hamil masih menjadi persoalan kesehatan yang perlu mendapat perhatian. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko kelelahan, gangguan pertumbuhan janin hingga komplikasi saat persalinan apabila tidak ditangani dengan baik. Karena itu, pemenuhan gizi selama kehamilan menjadi salah satu langkah penting yang harus dilakukan sejak dini.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Satiyem, SST., Bdn., M.Keb, menjelaskan bahwa kebutuhan zat besi selama kehamilan meningkat karena tubuh ibu harus memproduksi lebih banyak darah untuk mendukung perkembangan janin.

“Banyak bahan di sekitar kita, bahkan di kebun sendiri, yang bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil. Kami ingin memberdayakan para ibu agar mampu secara mandiri mencegah anemia melalui pendekatan yang murah, mudah, dan sehat,” ungkap Satiyem, SST., Bdn., M.Keb.

Pesan tersebut mendapat respons positif dari peserta. Mereka diajak melihat bahwa bahan pangan lokal tidak kalah bermanfaat dibanding produk olahan yang dijual di pasaran, selama diolah dengan benar dan dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan bergizi seimbang sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah memadukan bayam dan jambu biji merah dalam bentuk jus atau smoothies. Bayam dikenal sebagai sayuran hijau yang mengandung zat besi, sedangkan jambu biji merah kaya vitamin C yang membantu meningkatkan penyerapan zat besi non-heme di dalam tubuh. Kombinasi keduanya diharapkan dapat menjadi pilihan minuman pendamping yang praktis bagi ibu hamil.

Agar mudah dipraktikkan di rumah, tim dosen juga membagikan panduan sederhana membuat minuman sehat tersebut.

✓ Cara membuat jus bayam dan jambu biji:

🟢 Siapkan satu genggam daun bayam segar yang telah dicuci bersih.

🟢 Siapkan satu buah jambu biji merah ukuran sedang, cuci bersih lalu potong-potong.

🟢 Masukkan bayam dan jambu biji ke dalam blender.

🟢 Tambahkan sekitar 200 ml air matang.

🟢 Blender hingga seluruh bahan halus dan tercampur rata.

🟢 Saring untuk memisahkan biji jambu dan serat kasar agar lebih nyaman diminum.

🟢 Sajikan segera. Bila diinginkan, tambahkan sedikit madu murni atau perasan jeruk nipis agar rasanya semakin segar. Minuman siap dinikmati segera setelah dibuat agar vitaminnya tidak rusak.

Selain praktik pembuatan minuman sehat, para peserta juga memperoleh edukasi mengenai tanda-tanda anemia, pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin, serta pentingnya mengonsumsi tablet tambah darah sesuai anjuran petugas kesehatan. Edukasi ini diharapkan membuat ibu hamil lebih memahami cara menjaga kondisi tubuh selama masa kehamilan.

Bidan Desa Jogosetran, Yuniati Ikaningsih, A.Md.Keb, mengapresiasi kegiatan yang dinilai sangat bermanfaat karena memanfaatkan potensi pangan lokal yang mudah diperoleh masyarakat. Menurutnya, kebiasaan mengolah bahan alami yang tersedia di sekitar rumah dapat menjadi salah satu langkah positif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi ibu hamil.

Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, para dosen berharap semakin banyak keluarga yang memahami bahwa menjaga kesehatan ibu hamil dapat dimulai dari dapur sendiri. Dengan edukasi yang berkelanjutan, pemanfaatan bahan pangan lokal, pemeriksaan kehamilan secara rutin, serta kepatuhan mengonsumsi suplemen yang dianjurkan tenaga kesehatan, diharapkan risiko anemia dapat ditekan sehingga ibu menjalani kehamilan dengan lebih sehat dan bayi lahir dalam kondisi optimal. Aris Arianto

Exit mobile version