SUKOHARJO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kepedulian terhadap lingkungan melalui pengelolaan sampah diwujudkan oleh Tim Riset Grup Vocational and Mechanical Engineering Education (VMEE) dari Program Studi Pendidikan Teknik Mesin, FKIP Universitas Sebelas Maret (UNS), melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan pada Kamis, 25 Juni 2026.
Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kebersihan dan kesehatan lingkungan, tetapi juga memberikan nilai ekonomi terhadap sampah. Melalui kegiatan ini, tim berupaya mengedukasi dan memotivasi mitra pengabdian, yaitu karyawan cleaning service PT Makmur Jaya Sragen, serta masyarakat luas agar lebih peduli terhadap pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Kegiatan pengabdian ini diketuai oleh Dr. Valiant Lukad Perdana Sutrisno dengan anggota tim yang terdiri atas Prof. Dr. Indah Widiastuti, Dr. Yuyun Estriyanto, Dr. Nyenyep Sriwardani, Azizah Nurul Husnaini, Budi Harjanto, Muhammad Kholil, Taufik Wisnu Saputra, Towip, dan Rasyid Sidik. Melalui koordinasi yang terencana dalam lingkup Riset Grup VMEE, kegiatan pengabdian tidak hanya berupa sosialisasi secara teoretis, tetapi juga dilengkapi dengan pelatihan praktis mengenai penggunaan mesin pencacah sampah serta pemanfaatan teknologi biopori sebagai solusi pengolahan sampah berbasis teknologi terapan.
Penerapan teknologi tersebut diawali dengan pemaparan dari Prof. Dr. Indah Widiastuti mengenai pentingnya pemilahan sampah organik dan anorganik. Selanjutnya, mahasiswa mempresentasikan pemanfaatan teknologi tepat guna kepada mitra sebagai upaya membangun pemahaman yang komprehensif mengenai optimalisasi nilai ekonomi sampah.
Nilai ekonomi tersebut dapat diperoleh melalui pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Sampah organik yang telah diproses menggunakan mesin pencacah dapat dimanfaatkan sebagai bahan campuran pakan ternak. Sementara itu, sampah organik lainnya dapat diolah menjadi pupuk kompos dengan memanfaatkan teknologi biopori sebagai alternatif pengolahan sampah organik yang lebih ramah lingkungan dibandingkan tempat sampah konvensional. Adapun sampah anorganik dikumpulkan pada tempat sampah khusus sehingga dapat dijual kembali sebagai bahan daur ulang atau dimanfaatkan sebagai bahan baku proses pirolisis. [*]
