SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan lansia terus dilakukan melalui inovasi berbasis masyarakat.
Tim Dosen Universitas Duta Bangsa Surakarta melaksanakan Program Deteksi Dini Penyakit Degeneratif dan Intervensi Pillbox Terintegrasi (Pro-DegPill) di Posyandu ILP RW 07 Serengan, Kota Surakarta.
Posyandu ILP RW 07 Serengan merupakan salah satu Posyandu yang berada di wilayah Kelurahan Serengan, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta dan termasuk dalam wilayah binaan UPT Puskesmas Jayengan Surakarta.
Posyandu ini telah mengembangkan pelayanan kesehatan berbasis Integrasi Layanan Primer (ILP) yang mencakup pelayanan kesehatan sepanjang siklus kehidupan, mulai dari ibu hamil, bayi, anak, remaja, dewasa, hingga lansia.
Pelaksanaan Program Pro-DegPill ini mendapat dukungan pendanaan melalui Hibah Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat, Pengabdian Kepada Masyarakat Kompetitif Nasional dari Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Tahun Anggaran 2026.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kondisi pelayanan kesehatan lansia di Posyandu ILP RW 07 Serengan yang sebelumnya masih berfokus pada pemeriksaan dasar seperti pengukuran tekanan darah, penimbangan, serta pencatatan kesehatan sederhana.
Sementara itu, layanan pendukung berupa deteksi dini penyakit degeneratif, edukasi pengelolaan penyakit kronis, pemantauan kepatuhan minum obat, dan pendampingan terapi lansia masih perlu diperkuat.
Selain itu, tingginya jumlah sasaran pelayanan dalam kegiatan posyandu menjadi tantangan bagi kader untuk memberikan edukasi dan pendampingan secara lebih optimal.
Lansia dengan penyakit degeneratif juga memiliki risiko mengalami ketidakteraturan dalam konsumsi obat akibat lupa jadwal minum obat, penggunaan beberapa jenis obat, serta keterbatasan pemahaman mengenai pengelolaan terapi jangka panjang.
Melihat kondisi tersebut, Tim Dosen Universitas Duta Bangsa Surakarta yang terdiri dari apt. Niken Luthfiyanti, S.Farm., M.Farm. dan apt. Vivin Marwiyati Rohmana, S.Farm., M.Farm. dari Program Studi S1 Farmasi, serta Ns. Ady Irawan AM, MM., M.Kep., Sp.Kep.K., CBHN., CBCHN dari Program Studi Profesi Ners menghadirkan solusi melalui penerapan Program Pro-DegPill.
Program ini dirancang sebagai pendekatan terpadu untuk meningkatkan kemampuan kader dalam melakukan deteksi dini, pencatatan kesehatan, edukasi, serta pendampingan lansia dalam mengelola penyakit degeneratif.
Rangkaian kegiatan meliputi pelatihan kader mengenai deteksi dini penyakit degeneratif, edukasi penggunaan obat yang benar, pendampingan penggunaan pillbox, penguatan sistem pencatatan kesehatan lansia, serta implementasi aktivitas fisik melalui senam lansia.
Dalam kegiatan tersebut, kader Posyandu ILP RW 07 Serengan juga mendapatkan pelatihan penggunaan sistem pencatatan Pro-DegPill.
Sistem ini digunakan sebagai media pendukung kader dalam mendokumentasikan hasil pemeriksaan kesehatan, pemantauan konsumsi obat, serta perkembangan kondisi kesehatan lansia secara berkala.
“Program ini tidak hanya memberikan intervensi kesehatan kepada lansia, tetapi juga memperkuat kapasitas kader agar mampu melakukan pendampingan secara berkelanjutan. Dengan adanya sistem pencatatan yang lebih terstruktur, kader dapat lebih mudah memantau kondisi kesehatan lansia,” ujar tim pelaksana kegiatan.
Selain pengelolaan terapi obat, Program Pro-DegPill juga mengintegrasikan kegiatan senam lansia sebagai upaya promotif dan preventif.
Kegiatan ini bertujuan menjaga kebugaran, meningkatkan aktivitas fisik, serta mendukung lansia agar tetap aktif dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Hasil pelaksanaan program menunjukkan adanya peningkatan kemampuan kader dalam memahami pengelolaan penyakit degeneratif, penggunaan pillbox, serta pendampingan kesehatan lansia. Kader menjadi lebih siap dalam memberikan edukasi dan membantu pemantauan kesehatan masyarakat.
Program edukasi yang diberikan juga meningkatkan pemahaman lansia mengenai penyakit degeneratif, pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin, pola hidup sehat, serta kepatuhan dalam menjalani pengobatan.
Implementasi pillbox terintegrasi membantu lansia mengatur konsumsi obat secara lebih teratur. Pendampingan kader membuat lansia lebih mudah mengingat jadwal minum obat dan memahami pentingnya menjalankan terapi sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Melalui integrasi pelatihan kader, sistem pencatatan Pro-DegPill, penggunaan pillbox, edukasi kesehatan, dan kegiatan senam lansia, Posyandu ILP RW 07 Serengan diharapkan mampu menjadi model pelayanan kesehatan lansia berbasis komunitas yang mendukung transformasi layanan primer.
Program ini menjadi bentuk kontribusi Universitas Duta Bangsa Surakarta dalam mendukung peningkatan kualitas hidup lansia melalui pemberdayaan kader, inovasi teknologi kesehatan, serta penguatan pelayanan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan. Ando
