WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Siapa sangka kemeriahan berbagai turnamen bola voli di Wonogiri belakangan ini tidak hanya dipenuhi aksi smash dan blok memukau para atlet. Ada sosok penari cilik berusia sembilan tahun yang sukses mencuri perhatian ribuan penonton setiap kali naik ke panggung.
Dialah Asyifa Qotrunnada, siswi kelas 3 SD asal Sanggrahan, Desa Ngadirojo Kidul, Kecamatan Ngadirojo Wonogiri, yang semakin dikenal berkat penampilannya di berbagai event olahraga bergengsi di Wonogiri.
Dengan penuh percaya diri, Asyifa membawakan berbagai tarian seperti Wonderland 1, Wonderland 2, hingga Tari Nusantara sebagai pembuka maupun pengisi acara pada final turnamen bola voli. Penampilannya yang enerjik, ekspresif, dan penuh semangat membuat suasana pertandingan semakin hidup sekaligus menjadi hiburan yang dinantikan masyarakat.
Meski usianya masih sangat muda, pengalaman tampil Asyifa sudah cukup panjang. Ia dipercaya mengisi berbagai kegiatan mulai dari Pordes, Pordus, hingga Semi Open yang digelar di sejumlah wilayah Kabupaten Jateng Tenggara alias Wonogiri.
Beberapa panggung yang pernah ia tampilkan antara lain:
🟢 Pordes Ngadirojo Tahun 2025
🟢 Final Semi Open Kerjo Lor pada 27 Juni 2026
🟢 Pembukaan Pordus Sidoharjo pada 22 Juli 2026
🟢 Final Pordus Sidoharjo pada 25 Juli 2026
Menariknya, di balik penampilan yang memukau itu, Asyifa ternyata tidak berlatih di sanggar tari maupun bersama pelatih profesional. Seluruh proses latihan dilakukan secara mandiri di rumah dengan pendampingan dan dukungan penuh dari sang ibu.
Ketekunan itulah yang perlahan membentuk kemampuan Asyifa hingga mampu tampil percaya diri di hadapan ratusan bahkan ribuan penonton. Setiap gerakan yang dibawakan lahir dari latihan yang dilakukan secara rutin, disiplin, dan penuh semangat.
Penampilan Asyifa saat Final Pordus Sidoharjo juga mendapat perhatian langsung dari Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno. Orang nomor satu di Wonogiri itu memberikan apresiasi atas semangat anak-anak daerah yang terus melestarikan budaya sejak usia dini.
“Saya bangga melihat anak-anak Wonogiri seperti Asyifa. Berlatih mandiri bersama orang tua dan berani tampil di event besar. Ini contoh baik untuk melestarikan budaya,” ujar Bupati Setyo Sukarno kala itu.
Apresiasi tersebut menjadi suntikan semangat bagi Asyifa untuk terus berkarya. Jadwal penampilannya pun masih terus berlanjut. Pada Agustus 2026 mendatang, ia dijadwalkan tampil dalam Pembukaan dan Final Pordes Ngadirojo. Setelah itu, pada September 2026, Asyifa kembali dipercaya menghibur masyarakat dalam Final Pordus Jatirejo.
Kehadiran penari cilik di tengah turnamen olahraga menjadi warna tersendiri. Selain menambah kemeriahan pertandingan, penampilan seni tari juga menjadi pengingat bahwa olahraga dan budaya dapat berjalan berdampingan dalam membangun semangat kebersamaan masyarakat.
Kisah Asyifa juga menjadi inspirasi bagi banyak orang tua bahwa bakat anak dapat berkembang dengan dukungan keluarga, ketekunan, dan kesempatan untuk tampil. Tanpa harus menunggu dewasa atau memiliki fasilitas yang mewah, seorang anak mampu menunjukkan prestasi dan membawa kebanggaan bagi lingkungan sekitarnya.
Di tengah derasnya perkembangan dunia digital, semangat Asyifa melestarikan seni tari tradisional sekaligus tampil di panggung-panggung masyarakat menjadi contoh positif bahwa budaya lokal tetap dapat dicintai oleh generasi muda. Penampilannya yang selalu dinanti di berbagai event voli Wonogiri menjadi bukti bahwa seni mampu menyatukan masyarakat dan menghadirkan hiburan yang berkesan. Aris Arianto
