WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Selama hampir lima bulan terakhir, ratusan warga di Lingkungan Sembung, Kelurahan Girikikis, Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri menjalani hari-hari yang tidak mudah. Ketika sebagian orang cukup memutar keran untuk mendapatkan air, warga di kawasan ini justru harus menempuh perjalanan sekitar dua kilometer menuju luweng demi memperoleh air untuk mandi dan mencuci.
Di tengah kemarau yang belum menunjukkan tanda-tanda berakhir, krisis air bersih yang dialami masyarakat akhirnya mendapat perhatian langsung dari Polres Wonogiri. Kapolres Wonogiri AKBP Haris Munandar Hasyim turun langsung menyerahkan bantuan lima tangki air bersih kepada warga, Jumat (7/8/2026).
Bantuan tersebut menjadi angin segar bagi sekitar 175 kepala keluarga atau 480 jiwa yang selama berbulan-bulan harus berjuang memenuhi kebutuhan air bersih setiap hari.
Kondisi kekeringan di Lingkungan Sembung bukanlah persoalan baru. Namun musim kemarau tahun ini membuat situasi semakin berat. Curah hujan yang minim menyebabkan sumber-sumber air menyusut drastis.
Untuk keperluan mandi dan mencuci, warga terpaksa mengambil air dari luweng yang berjarak kurang lebih dua kilometer dari permukiman. Sementara untuk kebutuhan konsumsi, masyarakat hanya mengandalkan satu sumur bor dengan debit air yang terus menurun sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan seluruh warga.
Aktivitas mencari air pun telah menjadi rutinitas yang melelahkan. Warga harus mengangkut air menggunakan jeriken maupun drum kecil setiap hari agar kebutuhan rumah tangga tetap terpenuhi.
Melihat kondisi tersebut, Polres Wonogiri bergerak cepat dengan menyalurkan bantuan air bersih sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan.
Kapolres Wonogiri AKBP Haris Munandar Hasyim mengatakan, air bersih merupakan kebutuhan paling mendasar sehingga harus menjadi prioritas ketika masyarakat mengalami kesulitan.
Menurutnya, kehadiran kepolisian tidak hanya sebatas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga hadir memberikan bantuan kemanusiaan ketika warga menghadapi situasi sulit.
“Semoga bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat. Kami berharap ke depan ada solusi yang lebih permanen sehingga warga tidak lagi mengalami kesulitan air bersih setiap musim kemarau,” ujar AKBP Haris Munandar Hasyim.
Selain menyerahkan bantuan, Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Cuaca panas dan vegetasi yang mengering membuat potensi kebakaran hutan maupun lahan meningkat.
Ia mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar karena api sangat mudah menjalar dan dapat memicu kebakaran yang lebih luas.
Bantuan air bersih tersebut disambut antusias warga. Tangki-tangki air yang datang langsung menjadi harapan baru bagi masyarakat yang selama ini harus berhemat menggunakan setiap liter air yang mereka miliki.
Lurah Girikikis Eny Hartati menyampaikan apresiasi atas kepedulian Polres Wonogiri yang telah merespons cepat kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, persoalan kekeringan di Lingkungan Sembung hampir selalu terjadi ketika musim kemarau tiba sehingga diperlukan solusi yang lebih permanen.
“Kami sangat bersyukur atas bantuan ini. Kondisi kekeringan sudah berlangsung cukup lama dan kebutuhan air bersih menjadi persoalan utama warga. Kami juga telah mengajukan proposal pembangunan jaringan air bersih kepada pemerintah daerah sebagai solusi jangka panjang,” kata Eny Hartati.
Ia berharap pembangunan jaringan air bersih dapat segera direalisasikan sehingga masyarakat tidak lagi bergantung pada bantuan air bersih setiap musim kemarau.
Bagi warga Sembung, hadirnya lima tangki air bersih bukan sekadar memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bantuan tersebut memberi kesempatan bagi keluarga untuk memasak, mencuci, mandi, hingga memenuhi kebutuhan air minum tanpa harus berjalan jauh menuju sumber air.
Krisis air yang melanda wilayah selatan Wonogiri juga menjadi pengingat bahwa dampak musim kemarau masih menjadi tantangan serius bagi sejumlah daerah. Di tengah kondisi tersebut, kolaborasi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat menjadi faktor penting untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi sekaligus mempercepat hadirnya solusi jangka panjang berupa pembangunan infrastruktur air bersih yang berkelanjutan.
Aris Arianto
