SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Program Studi S3 Ilmu Teknik Sipil Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mencatat inovasi baru bidang pemugaran bangunan heritage. Dr Hana Wardani Puruhita menginovasikan pengembangan material perbaikan berbahan dasar kapur dengan penguatan serat alami rami untuk mendukung pemugaran bangunan cagar budaya.
Dr. Hana Wardani Puruhita mengangkat judul “Kompatibilitas antara Bata Merah dan Mortar Repair Berbahan Dasar Kapur dengan Material Bangunan Heritage” dalam disertasinya. Ia mengatakan, riset tersebut berangkat dari tingginya kerentanan bangunan heritage terhadap kerusakan lingkungan.
“Pemugaran untuk bangunan heritage berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2011 tentang Cagar Budaya mensyaratkan metode yang tidak merusak, penggunaan material yang kompatibel menjadi syarat mutlak dalam setiap proses restorasi. Ketika kita pakai mortar repair berbahan dasar kapur itu akan kompatibel atau cocok dengan bangunan heritage. Mau tahun berapa pun asal itu pakai materialnya mortar kapur, itu bisa diaplikasikan,” ungkapnya, dalam Yudisium Promosi Doktor di kampus setempat, Kamis (6/7/2026).
Menurut Hana, bangunan bersejarah berumur di atas 50 tahun umumnya menggunakan spesimen mortar kapur, bukan semen portland. Jika bangunan tersebut diperbaiki menggunakan semen modern, perbedaan karakteristik material justru akan memicu retakan hingga mengelupasnya struktur asli bangunan peninggalan masa lampau tersebut.
Promotor penelitian, Prof Senot Sangadji mengapresiasi inovasi tersebut. Menurutnya, penelitian doktoral harus mampu melahirkan teknologi yang menjawab persoalan nyata di lapangan, khususnya dalam menyelamatkan aset-aset bersejarah milik instansi pemerintah maupun masyarakat.
“Untuk kementerian, untuk mereka-mereka yang menanti apakah gedung stasiun itu bisa dilestarikan dan diberdayakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran mereka yang bergantung hidupnya pada stasiun tersebut,” bebernya.
Sementara itu, hasil riset Dr. Hana Wardani Puruhita dinyatakan lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,90 dan masa studi lima tahun, serta dibebaskan dari ujian terbuka promosi doktor.
