Site icon JOGLOSEMAR NEWS

Isu Viral Haji Isam Pimpin Penanganan Karhutla, Istana: Tidak Benar Itu  

Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan / pixabay

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Kabar yang terlanjur beredar luas mengenai dugaan penunjukan pengusaha Kalimantan Selatan, Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam, sebagai koordinator penanganan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Pulau Kalimantan akhirnya dibantah Istana Kepresidenan.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan, Presiden Prabowo Subianto tidak menunjuk Haji Isam untuk mengemban tugas sebagai koordinator penanganan karhutla, sebagaimana narasi yang ramai beredar di media sosial dan diberitakan sejumlah media.

“Tidak benar itu,” kata Prasetyo Hadi di Senayan, Jakarta, Ahad (23/8/2026).

Menurut Prasetyo, Haji Isam memang memiliki posisi dalam pemerintahan sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Energi, Pangan, dan Infrastruktur. Namun, jabatan tersebut bukan berarti ia memiliki kewenangan untuk menjadi koordinator penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Politikus Partai Gerindra itu pun mengingatkan masyarakat agar tidak serta-merta mempercayai seluruh informasi yang ramai atau viral di media sosial.

Menurutnya, persoalan dapat muncul apabila setiap informasi yang beredar luas langsung dianggap sebagai kebenaran tanpa melalui proses verifikasi.

Meski membantah adanya penunjukan tersebut, Prasetyo mengatakan pemerintah memang membuka ruang bagi berbagai pihak untuk ikut membantu penanganan karhutla.

Namun, ia menegaskan keterlibatan itu tidak berarti Haji Isam ditunjuk sebagai pemegang kendali atau koordinator dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan.

“Tapi kalau menjadi koordinator itu tidak, kewenangannya bukan di situ,” tuturnya.

Prasetyo menjelaskan, pemerintah pusat telah membagi tugas koordinasi penanganan berbagai bencana kepada sejumlah pejabat setingkat menteri.

Pembagian tugas tersebut mencakup penanganan berbagai persoalan kebencanaan di sejumlah wilayah, mulai dari kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan hingga dampak gempa di Nusa Tenggara Timur.

Terkait penanganan karhutla, pemerintah juga disebut belum melihat kebutuhan untuk membentuk satuan tugas atau Satgas khusus.

Menurut Prasetyo, mekanisme koordinasi lintas kementerian dan lembaga yang telah berjalan saat ini dinilai masih memadai untuk menangani persoalan tersebut.

Sebelumnya, narasi mengenai penunjukan Haji Isam sebagai koordinator penanggulangan karhutla di Kalimantan beredar luas di media sosial.

Informasi yang beredar itu mengklaim bahwa penunjukan tersebut disampaikan melalui sambungan telepon oleh Menteri Pertahanan pada Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 11.00 WITA. Namun, klaim tersebut kini secara tegas dibantah oleh Istana Kepresidenan. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

Exit mobile version